Beranda > Tanya-Jawab > Menikah tanpa Restu dari Orang Tua Pihak Puteri

Menikah tanpa Restu dari Orang Tua Pihak Puteri

Saya gadis usia 17 tahun, dan pacar saya usia 26 tahun. Kami sudah pacaran selama 4 tahun dan sembunyi-sembunyi karena orang tua saya sama sekali tidak merestui hubungan kami. Tahun ini kami ingin menikah. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana saya bisa menikah secara sah agama dan hukum padahal orang tua saya tidak merestui hubungan kami?

Mereka sama sekali tidak mau diajak kompromi. Apakah saya bisa memakai wali dari orang lain yang masih ada hubungan keluarga atau hubungan dekat, jika bisa bagaimana? Jika tidak, apa yang harus saya lakukan agar saya bisa menikah secara sah dan agama? Atau lebih baik saya menikah siri saja? Tolong dibalas secepatnya. Saya dan pacar saya sangat saling serius dan mencintai. Terima kasih.

Diah
Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Nikah tanpa wali dari ayah kandung dengan apapaun istilahnya tidak sah. Karena ayah kandung adalah wali urutan pertama yang tak bisa digantikan oleh siapapun, kecuali beliau sendiri yang menjadi wali. Atau beliau menyerahkan perwalian itu kepada orang lain.

Sedangkan menikah dengan wali selain ayah kandung dalam keadaan beliau tidak mengizinkan, sama saja dengan zina. Dosanya sangat besar di akhirat, sementara hukuman di dunia adalah cambuk 100 kali bila belum pernah nikah sebelumnya atau hukum rajam (dilempari baru) hingga mati bila sudah pernah menikah.

Termasuk dalam dosa besar dan hukuman duniawi adalah bila melakukan nikah sirri, di mana prinsip dasarnya sama saja, yaitu ayah kandung tidak mengizinkan pernikahan itu.

Lalu harus bagaimana?

Hanya ada 2 pilihan yang ada. Pertama, upayakan dengan segala cara yang baik untuk dibolehkan menikah, meski harus ganti calon suami. Yang penting bisa nikah dan tidak terjadi zina. Toh setiap manusia ada batasnya. Lagi pula ngapain membela calon suami tapi kehilangan ridha dari ayah kandung?

Kedua, anda bisa saja datang melaporkan kelakuan ayah kandung yang tidak mau menikahkan anda kepada penguasa. Nanti penguasa (pemerintah) akan memanggil ayah kandung anda itu untuk dikonfirmasi dan dinilai masalahnya. Hasilnya boleh jadi dipandang bahwa argumentasi ayah kandung anda tidak kuat, sehingga pemerintah berhak ‘memaksa’ si ayah untuk menikahkan anda sebagai anak gadisnya. Dengan pertimbangan dari pada jatuh ke dalam zina.

Tetapi bisa jadi sebaliknya, argumentasi si ayah dipandang sangat kuat oleh mereka. Sehingga pengaduan anda tidak bisa diteruskan menjadi perintah khusus.

Dalam keadaan ini, akal sehat dan nalar anda perlu lebih diprioritaskan, sedangkan perasaan cinta, sayang dan lainnya kepada calon suami masih bisa dikorbankan. Bukankah anda baru mengenalnya selama 4 tahun? Sementara anda tidak mungkin ada di dunia ini kalau tidak ada ayah kandung anda.

Logikanya, nilai dan bobot ayah kandung anda harus lebih menjadi prioritas ketimbang membela calon suami yang belum teruji. Tapi semua itu terserah anda. Yang penting pesan kami, jangan sampai anda jatuh ke jurang zina dan jangan jadi anak yang durhaka pada orang tua.

Keduanya adalah dosa yang teramat besar, tidak sebanding dengan apa yang akan anda dapat dari calon suami anda, yang baru anda kenal 4 tahun yang lalu.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

  1. azzahrah
    Maret 8, 2008 pukul 3:34 am

    Ass. Sulit sih menerima kenyataan bila kita sudah bertemu soulmate. Bahkan mempunyai keinginan yang tulus dan suci untuk mengharap keridoanNya membentuk keluarga yang sakinah, apa daya ortu tidak merestui. Tapi insyaallah semua ada hikmahnya. Orang tua mana yang tidak menyayangi anaknya. I-allah suatu saat bila memang dia yang terbaik untuk kita Allah akan membukakan pintu hati orang tua kita. Tetap semangat. Mungkin kita butuh introfeksi dirikita juga, perbanyak doa,qiyamul lail dan yang pasti juga sedekah. Wallahu’alam

  2. Azmi Yudianto
    Maret 10, 2008 pukul 4:11 pm

    iyup!
    memang, sih kita tu musti berbakti tu ortu… tapi kan kalo masalah pasangan kalo kita kagak sreg yo jangan dipaksain.. kalo dipaksain bisa-bisa jadi keluarga yang penuh perpisahan.. perpecahan.. kemrungsungan… dll…

    kalo udah gitu ya… sholat istikhoroh dulu aja… kalo memang dah sreg… bismillah… amin….

  3. Maret 16, 2008 pukul 3:04 pm

    Pernikahan adalah dimana sepasang cinta dan kasih dipertemukan oleh takdir. Janji yg khan terukir kiranya adalah sebuah keputusan yang tentunya telah menjadi sebuah komitmen. Apapun nanti, perjalanan itu yg menentukan adalah pasangan itu sendiri. Dengan atau tanpa restu, pastinya cuma pasangan yg menjalaninya…merekalah yg nantinya akan menentukan jalan mereka. Biarlah apa yg tlah dituliskan Tuhan mereka jalani. Biarlah mereka bahagia dengan jalan mereka. Dosa bukan milik mereka, tapi orang yg mencoba memisahkan merekalah yg mempunyai andil terbesar dalam DOSA.
    Apapun itu, hidup adalah sebuah pilihan yg hanya bisa ditentukan oleh manusia, dan setiap pilihan pastilah ada bimbingan dariNya.
    Bagi siapapun jg yg mengalami kisah ini, tetaplah bertahan dalam cinta, karena kitalah yg mampu menentukan apa dan siapa diri kita nantinya. Percaya saja dengan apa yg akan kita jalani.
    Tidak ada yg salah dimata Tuhan apabila kita tetap menjalani apa yg telah digariskanya.AMIN

  4. amaduq01
    Juli 9, 2008 pukul 1:21 pm

    walah
    Jaman siti NUrbaya kale ya
    NIkah ya nikah.. :)

  5. Juli 21, 2008 pukul 2:18 pm

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    saya juga mengalami apa yang dialami temen-temen sebelumnya.
    aku juga tidak direstui orang tua pacar saya karena beda pendidikan.
    yang saya tanyakan>>>
    Apakah tidak berdosa orang tua tidak merestui hubungan anaknya???
    padahal anaknya ingin membahagiakan orang tuanya dengan pilihannya sendiri.
    Apa itu SALAH????
    bukannya tugas orang tua untuk membahagiakan anak???
    tapi sekarang anaknya ingin bahagia tapi mereka tidak merestuinya…
    Kalau anak dikatakan DURHAKA…
    Kalau orang tua dikatakan apa…….??????

    • alfia
      Desember 11, 2013 pukul 9:12 am

      kadang q jg berfikir bahwa ayah q bersalah dalam hal ini,tp q tdk bisa menolak karna yg q fikirkan adalah nasip keluarga q,mskipun akhirnya hati ini mnjadi sakit sekian tahun tp inilah tkdir yg diatas,bahwa cinta q tk bisa dilanjutkan dan kami harus mnghapus smua mimpi” indah kami

  6. i_1
    Agustus 25, 2008 pukul 8:28 pm

    Bagi anak laki-laki para ulama tidak ada perbedaan, penentuan pendamping hidup menjadi otoritas sepenuhnya sang anak. Orang tua tidak bisa memaksa.

    Untuk anak perempuan, ulama berbeda pendapat:
    – Syafi’iyah berpendapat bahwa orang tua (bapak, selain bapak tidak boleh) boleh memaksa anak gadisnya.
    – Sementara sebagian besar ulama tidak memperbolehkan orang tua memaksa anak gadisnya. Orang tua harus mendapat persetujuan anak gadisnya dalam menentukan pilihannya, berdasar hadis : “Tidak dinikahkan seorang gadis sampai ia menyetujui”. Para sahabat bertanya: “Bagaimana bentuk persetujuannya”. Jawab Nabi: “Diamnya adalah persetujuannya.”

    Syafi’iyah berpendapat demikian itupun dengan beberapa ketentuan, di antaranya:
    (1) Si gadis belum dewasa [belum mandiri] dan
    (2) Harus memilihkan calon suami yg sepadan (dengan si gadis) dalam hal fisik, ekonomi, dll. Hal ini dimaksudkan sekiranya si gadis bakal mencintai calon pendampingnya.

    Jadi, dalam hal orang tua memilihkan jodoh tanpa seijin anak gadisnya, itu bila si gadis belum beranjak dewasa. Segalanya masih bergantung pada orang tua. Bila gadis sudah dewasa, orang tua tidak boleh mengawinkan anak gadisnya tanpa persetujuannya.
    (berilah jalan yang benar buat mereka,kasihan karena mereka saling cinta dan mengasihi.)

  7. najwa
    November 26, 2008 pukul 4:31 am

    Para orang tua juga harusnya berpikir lbh jerni, seiring dg berkembangnnya zaman…
    klo kita yakin ma pilihan kita, kita sdh istikhoroh tp org tua tetap tdk merestui, berarti org tua itu (terutama Ayah jd wali yg membangkang)
    kita bisa kepengadilan agama, apalg klo alasan ortu tdk Syar’i maka kita bs pake wali hakim
    dr pd kita zina…

  8. Budi
    Desember 15, 2008 pukul 12:03 am

    q mo tanya neH….
    klo orng tua laki2 mau menikah lagi, tapi saya tiak setuju….
    maka pernikahan tersebut sah atau tidak…?????

    cepat ya jawb ny coz ortu q bntr lgi mo nikah lagi….
    Thanks b4…!!!!!

  9. m zaki abd azis
    Maret 27, 2009 pukul 2:49 pm

    saya juga mengalami hal yang sama, mau menikah juga tak direstui oleh calon mertua. padahal awalnya merestui tapi karena pengaruh kakak2nya jd si bapak calon istri jadi menolak saya, saya merasa udah mapan, saya sudah bekerja sebagai konsultan dg gaji yang lumayan dan saya sangat mencintai doi saya…, doi pun bersumpah kalau tidak menikah dengan saya maka dia tidak akan menikah seumur hidup…., saya tamatan s1, setahu saya tidak diterima karena alasan yang tidak jelas, saya juga mengerti agama, sebagai lulusan madrasah saya tahu tapi kami sangat terikat perasaan…., yaaaa allah tunjukilah hamba, mudahkan urusan hamba

  10. sukron samosir
    Maret 29, 2009 pukul 2:33 pm

    nasi……….b
    nasi….b
    emang susah ya…
    klo dah kyk gini… :-(

  11. maya
    Mei 23, 2009 pukul 4:23 am

    saya juga mengalami hal yg sama dengn tmn2,tp alasan ortu sy tdk memperbolehkan krn ltrbelakang ekonomi, fisik dll…apakah boleh sy menikah dgn wali hakim

  12. allia.valenza
    Agustus 29, 2009 pukul 6:30 am

    saya juga mengalami hal yang sama.Saya tidak mendapat restu dari orang tua saya padahal saya dan pacar sama2 serius.Masalahnya adalah perbedaan pendidikan pacar yang berada di bawah saya dan agama keluarga pacar saya kristen (tetapi pacar saya islam).
    Yang bisa dilakukan adalah berusaha,ikhtiar dan berdoa.Sampai saat ini saya masih berharap hati orang tua saya bisa terbuka untuk menerima pacar dan menikahkan saya.Saya sayik Allah akan menunjukkan apakah dia merupakan jodoh kita atau bukan.Coba aja shalat hajat danjangan berhenti berdoa karena itu yang selalu saya lakukan sampai saat ini.Allah akan melihat kesungguhan yang telah kita lakukan.Tapi jangan lupa,kita harus melakukan hal ini hanya karena Allah

    • musdalifa
      Februari 15, 2011 pukul 8:17 am

      kisah qt sama.. bolehkah qt sharing?

  13. Levi
    September 4, 2009 pukul 7:21 am

    saya juga punya persoalan sama. Saya wanita tidak diijinkan menikah dengan pacar saya karena perbedaan umur, ekonomi, pendidikan dll. Berbulan-bulan keluarga saya didera masalah ini. Saya sampai dituding kena guna-guna sampai saya dibawa ke beberapa orang ‘pintar’ untuk ‘diobati’. Alhamdulillah ada ustad yang meng-clearkan sekalipun ortu tetap bersikeras dengan pendiriannya.

    saya sedang berjuang dengan dua cara. Minta bantuan kakek dan satu lagi yang ditempuh adalah minta bantuan Pengadilan agama. Sidang akan segera dilaksanakan. Doakan saja saya.

    Untuk yang benar-benar serius dan punya tekad yang kuat dari dua belah pihak (pasangan), ‘JANGAN PERNAH MENYERAH! PASTI ADA JALAN.’

  14. Risya
    September 29, 2009 pukul 2:05 am

    Trnyt tdk hnya aq yg mnglami nasib mau menikah tp tdk di restui klrga.. Smpai saat ini, aq msh dlm kndsi yg pts asa to mlakukn suatu tndakn. Sedih dan miris skLi di hati. 1 minggu yg lalu keluarga pihak laki2 sdh dtg ke rmh unk melamarQ tp trnyt ayah menolak unk menerima pinangan itu,alhasil ada pemberontakn dDalam hati yg sangat menyakitkn di hari2 ku slnjtnya. Kcewa dg kptusn org tua. Sblm pihak laki2 dtg ke rmh aq sdh mnjelaskn mksd kdtngan pihak laki2 dan bliau setuju unk menerima dg sgla kkurangan dr pihak laki2.tp, trnyt semua tdk sprti yg di janjikn beliau. Alasn kLasik bhwa calonQ trsebut blm pnya pkerjaan te2p&aq bru slesai kulh. Pdhl bliau tau bhwa janji Allah kpd org2 yg ingn menikah,akn mmudahkn rezeki unk mereka. Dan akhrnya, kmi ttp mlakukn hubgn,aq tkut akn mlakukn zina.entahlah brharap hnya pd Allah yg akn mnyegerakan kami unk menikah.

    • Levi
      Oktober 28, 2009 pukul 5:57 am

      Risa, apa kabarnya sekarang? sudah ada jalan keluar?

      Jalan yang ingin saya jalani buntu kedua-duanya. sekarang keadaan bertambah parah. Orang tua saya semakin membenci calon suami saya. Saya merasa sangat sedih dan kecewa. padahal umur saya sudah 29. Saya tidak mau menikah selain dengan dia tapi ortu tidak pernah mengerti. Saya harus menunggu berapa lama lagikah?

      Semoga orang lain tidak mengalami kesulitan seperti ini.

  15. Oktober 30, 2009 pukul 10:10 am

    ” menikah tanpa persetujuan orang tua ”

    kalo menurut gw b2 sih, selama itu tidak merugikan orang lain n’ga jadi beban semua orang, why not… buat semua yg nasib’y sama ky qt b2, tetep semangat ok n’jgn pernah menyerah – titik keringet penghabisan u b2 yupz,btw yukz qt rame2 perjuangkan cinta qt masing2 ok.
    by…………………………..

    Geo Verhandi

  16. Zilmi
    Januari 16, 2010 pukul 10:02 am

    saya adalah gadis berusia 22 tahun!dan pacar saya berusia 25 tahun. Kedua orangtua saya tidak merestui hubungan kami dengan alasan weton atau hari kelahiran kami tidak baik dan alasan yang utama adalah karena pacar saya seorang pemborong sedangkan saya adalah seorang guru SMP di Jogja. Saya sempat kawin lari tetapi bapak saya menuntut ke pengadilan agama sampai akhirnya pernikahan saya dibatalkan padahal sudah berjalan selama 4 bulan dan keadaan saya waktu itu sedang hamil tetapi kedua orang tua saya menggugurkan kandungan saya. Selama proses persidangan kami tetap tinggal satu atap sampai akhirnya saya hamil untuk yang kedua kalinya. Ketika tahu saya sedang hamil, saya berniat untuk bicara pada pengadilan agama bahwa saya sedang hamil dan saya berharap pernikahan saya tidak jadi dibatalkan tapi belum sempat saya datang ke pengadilan ternyata sidang sudah selesai tanpa kehadiran saya sehingga putusannya adalah pernikahan saya resmi dibatalkan karena dianggap tidak sah karena menggunakan wali hakim. Sekarang saya tidak tahu bagaimana nasib kandungan saya dan ibu saya telah menyumpahi saya dengan kata-kata yang tidak pantas dikeluarkan. Bagaimana saya harus menanggapi masalah ini ?tolong segera dijawab. Terima kasih

  17. dareen
    Januari 31, 2010 pukul 8:45 am

    ternyata tidak hanya saya yg mengalami permasalahan yang sama. Saya adalah gadis berusia 23 tahun,dan saat ini saya sedang dekat dengan seorang pria berumur 24 tahun. Kami kenal dekat sudah hampir 4 tahun, dan saya dengannya sudah berniat ingin mengakhirkan hubungan ini di pernikahan. akan tetapi orangtua saya tidak merestui hubungan kami dikarenakan fisik yang kurang tampan dari calon saya dan tanggal lahir yang sama dengan ibu saya. Ibu saya percaya bahwa tanggal lahir yang sama akan membawa kesialan dan bencana. Padahal calon saya seorang PNS dan sudah siap untuk menikah,dia juga selalu mengisi aktivitas sehari-harinya dengan mengisi pengajian di kampus. Saya pun sudah lulus S1 dan sudah bekerja di perusahaan swasta. Sewaktu calon saya datang ke rumah untuk menyatakan niatnya kepada orgtua saya,tanpa diduga ibu saya kabur dari rumah hanya karena tidak mau menemui calon anaknya yang tidak direstuinya itu. Sejak saat itu hubungan saya dgn calon saya menjadi renggang. Sudah hampir satu bulan kami jarang komunikasi. Akan tetapi saya masih belum bisa melupakannya dan masih berharap orangtua saya terbuka pintu hatinya untuk calon saya. Apa yang harus saya lakukan mengingat kondisi orgtua yang sangat keras menolak calon pilihan saya, dan kami yang sangat berharap untuk segera menikah???

    • Desember 13, 2010 pukul 8:41 pm

      maju terus pantang mundur klo mang udh yakin…

  18. Dee
    Maret 7, 2010 pukul 12:48 am

    Ass.wr.wb,
    Masya Allah,ternyata bnyk sekali yg senasib dgn saya..bahkan ada yg lbh parah. Saya 24th,kerja swasta,pasangan saya 26th. Kami sdh 8th berjalan. Ortu tdk merestui krn fisiknya tdk sesuai dgn saya (tdk pantas) maaf krn kurus,hitam & kata2 menyakitkan lainnya,pekerjaannya sbg IT di LSM Internasional dianggap tdk mapan pdhl sdh tetap & gaji diatas rata2. Ortu mau yg gagah,swasta kantoran (bukan LSM) & sdh pny rumah. Entah alasan itu dibuat2/tdk. Kami sdh niat menikah krn Allah & ingin pny keturunan,tp apa daya kami cm bs menitikkan air mata ketika melihat anak2 bermain. Ayah saya tdk bs kompromi,beliau pernah memukul saya krn hal ini pdhl saya bicara pelan2 & bnyk mengalah. Saya stres berat tp saya pasrahkan pada Allah SWT,lbh baik tdk menikah drpd menikah dgn org yg tdk qt cintai,asalkan qt tetap di jalan-Nya. Bwt temen2,bnyk berdoa yah,jgn menyerah!! Cm ALLAH yg bs bntu qt…

  19. JANUAR
    Agustus 28, 2010 pukul 4:33 am

    T: Jawaban yg menyesatkan!!!!
    J: Bila Anda mengetahui jawaban yang benar, tolong dijelaskan. Biar semua umat mengetahui dan memahami.

  20. Agustus 31, 2010 pukul 10:21 am

    D kelgq jg da kjadian sperti ini(terjadi pada kakak saya).kejadian malah lebih parah karena kakak saya it tlah menikah tanpa perSetujuan orngtua n telah memecah belah keluarga besar saya.
    saya hanya ingin memberikan koment bahwa orang tua it menginginkan hidup anakny bisa lebíh baik dari kehidupannya n tidak ingin anknya sengsara seperti dirix stelah si anak menikah,oleh karena itu orangtua memilih2 dlam mencri pendamping hidup anaknya kelak. Menikah itu tidak hanya menyatukan antara dua hati,tapi jg menyatukan antara dua keluarga. Jd, upayakanlah dg y baik agar ortu menyetujui.apabila orangtua tdak menyetjui jg,mka saya menyarankant tinggalkan pacar anda n patuhilah ortu. Kta bsa mencari pengganti y lebih baik dri pacar skrg ini. Karena allah menjanjikan bahwa setiap manusia diciptakan berpasang2an. Allah ridho adalah ridho ortu,murka allah adalah murka orangtua. Tanpa persetujuan orangtua,cepat atau lambat allah akan memberikan balasan thd y qt perbuat.

  21. Desember 13, 2010 pukul 8:24 pm

    pernikahan bukan berarti jodoh untuk slamanya…
    klo mang jodoh knp ada perceraian??
    orangtua hanya bisa merestui dan mendoakan aja n kehidupan itu dijalankan oleh pasangan itu sndiri klopun terjadi perceraian sapa yg harus disalahkan??

  22. Tina
    Januari 25, 2011 pukul 4:37 pm

    Q jg py mslah yg sama,tp q sndiri jg bngung

  23. afluif
    Februari 1, 2011 pukul 11:39 am

    saya juga mengalami hal yg sama. Ini terjadi pada mertua saya. 2 bulan kami menikah,kami mendengar kabar mertua ku menikah dengan laki2 beristri,tanpa restu dr suami q slaku anak n tanpa restu 2 belah keluarga. Sekarang hubungan kami berantakan,laki2 itu telah menghancurkan keluarga kami,mertua ku jadi sering bertindak tidak sopan trhadap ibunya,menjauhi anaknya,bahkan saat anak ku lahir,dia hanya bersikap seperti tamu,dia seolah tidak peduli sama anakku yg adalah cucu pertamanya. Dari aku hamil sampai aku lahiran,dy seolah acuh dan sampai saat in 1 th usia anakku dia hanya ketemu 2x asaat anakku baru lahir. Miris hati ku dgn smua keadaan ini. Siapa yg harus aq salahkan??
    Aq berharap smua ini cepet berakhir dan mertua ku kembali ke jalan yg benar. Aminnn….

  24. Ronal efendi
    Mei 25, 2011 pukul 9:43 pm

    T: Semua boleh mengalami hal yang sama, tapi aku lebih tragis, kenapa dulu harus ada Siti Nurbaya, kalo ngk ada pasti ngak ada siti nurbaya2x yang lain.
    2 tahun aku pacaran tiba2 cewkq dijodoh kan untuk kedua kalinya ma ibuknya. pertama udah nikah tapi jangka waktu 2 bulan udah cerai, dan kami pun mrnyampung hubungan kembali setelah berpisah. tapi sekara ibunya mencoba untuk menjodohkan lagi, tapi sekarang aku ngak peduli, hidup atau mati, dapat restu atau tidak, kami akan tetep jalani hubungan ini baik susah ataupun senang. sat ini kami lagi mengalami masa2 tragis, karena saat ini kami harus pergi dari kedua orang tu kami yang tidak merestui hubungan kami.
    Tolong kasih solusi buat kami, kami harus bagai mana……………….
    Harus kah kami mati ber dua?
    Haruskah kami mengikuti feodalisme yang berkembang dizaman moderen ini?
    Atau kami pergi dan melanjutkan hubungan kami?
    J: sekarang status Anda bagaimana? apakah statusnya pacaran? atau statusnya sudah nikah?
    kalo masih pacaran, sebaiknya Anda taubat dan segera menikahinya.

    Terimakasih

  25. eeh
    Juni 18, 2011 pukul 2:28 pm

    Assalam.. ikutan sharing ya.
    Saya seorang Cowok yang sekarang menghadapi masalah yang serupa.
    Saya dan pacar sudah pacaran selama 1 tahun lebih dan qta sudah memutuskan utk menikah dlam waktu dekat ini. Calon mertua sudah setuju trhadap niat saya melamar pacar saya tetapi masalah timbul setelah silaturahmi antar keluarga saya dan keluarga pacar saya. Orang tua saya menjelaskan bagaimana seharusnya seorang istri jika sudah menjadi istri dari pemuda Batak seperti saya dan ternyata penjelasan orangtua saya di respon negatif oleh calon mertua. Padahal orangtua saya hanya menjelaskan bagaimana hak dan kewajiban istri secara adat batak tetapi bukan berarti memaksa istri saya harus jadi seperti itu karena orangtua saya mengikuti saja adat dan kebiasaan dari adat calon mertua saya yaitu jawa karena yang terpenting tetap sesuai syariat Islam.
    Pacar saya tinggal Ibunya saja, ayahnya sudah almarhum. ibunya ini yang saat ini menolak utk menikahkan saya tetapi Om dan tantenya serta abang ayahnya selaku walinya setuju dan malah menyarankan tetap nikah walau Ibu calon mertua saya tidak merestui.
    Apa yang harus saya lakukan utk situasi tersebut?? pacar saya sudah meyakinkan saya utk tetap menikah karena sikap ibunya seperti ini bukan hanya sekarang tapi juga dulu saat dya berpacaran dengan orang lain..
    ibu pacar saya tipe orang yang takut anaknya tidak bahagia, terkekang dan merasa anaknya hanya akan bahagia terhadap keputusan dia. Karena dya pernah bilang, orang tua tidak pernah salah dengan omongannya dan dya tau apa yang membuat anaknya bahagia.. padahal Om dan tante serta keluarga besar pacar saya sudah mengingatkan terhadap sikap keras kepala Ibu pacar saya yang sudah kelewatan.

    mohon sarannya.. Wassalamualaikum

  26. fawzi
    Juli 2, 2011 pukul 10:14 pm

    T: Assalamu’alaikum. Bagaimana kalau orang tua tidak merestui hubungan anaknya hanya karena calon suami itu tidak sebangsa dengan mereka??apakah orang tua tdak berdosa??padahal si calon suami merupakan orang yang kuat dalam agamanya dan bisa membimbing ke arah kebaikan….apakah tetap saja pernikahan mereka itu tidak sah tanpa restu orang tua??lalu apa yg harus dilakukan apabila mereka sudah terlanjur menikah tanpa restu orang tua?? Apakah harus diijab kabulkan kembali di hadapan orang tua?? Mohon penjelasan yg sejelas2 nya dlm hal ini…ana butuh ilmu…

  27. instomen
    September 13, 2011 pukul 12:15 am

    tiada satu manusia didunia ini melebihi dari allah, sekalipun orangtua, dia hanyalah manusia yang diberikan tanggung jawab atas anak yang merupaka titipan allah, hanya allahlah yang maha tau atas semua kejadian dimuka bumi ini, maka percayalah kepadannNYA smua pasti ada jalan.

  28. MonIz
    November 24, 2011 pukul 7:28 pm

    T: Subhanallah…
    saya jg mnglmi hal yg serupa dengan yg kalian alami.hub saya sudah sekitar 3 tahun tapi kita pernah putus trus nymbung lagi.1 tahun hub kita, dya memberanikan dtg krmh saya dan myfamily welcome saat tu saya berusia 16thn dan dya 23thn.saya senang bgt..tapi setelah saya lulus SMA, saya malah ditentang keras oleh bapak saya agar tidak berhubungan lg dengan dya.saya ga ngerti mngapa beliau bs sprt tu??apa salahnya dya sampai2 saya sama sekali tidak boleh brtemu dgn dya.
    saya jengah dengan sikap bapak saya yg sprt tu, beliau bilang kamu kaya cwe yg tidak laku aja pacaran sama dya,emg ga da cwo lain selain dya?cari cwo yg mapan,ortunya pny pensiunan,seengganya bs mmbahagiakan kamu di masadepan nanti.
    mamah saya yg awalnya mnyetujui skrg malah sama dgn bapak saya.
    saya hrs bgmn???saya sdh dekat dgn keluarganya dya dan umminya dya bgtu syg sama saya.
    sekarang usia saya 19 thn sdh mnglami cobaan sprt ni…saya sempat brfikir apkh saya hrs brbwt zina agar hub saya disetujui??
    Astaghfirullah….brkan saya solusi yg tepat krn kita saling mncintai.
    J: astaghfirulloh. Dari awal, mbak Monlz sudah berada dalam kesesatan. Dalam islam, tidak ada pacaran sebelum menikah. Karena pacaran sebelum menikah adalah sarana mendekati zina. Tuh kan, mbak monlz juga kepikiran pingin berzina. Harapan orang tua adalah menikahkan anaknya dengan seseorang yang mapan, dikarenakan kondisi saat ini mencari makan itu susah, seperti yang ortu Mbak Montlz rasakan. Karena itu mereka berharap sekali, setelah Mbak Monlz menikah, bisa hidup lebih mapan, dan lebih baik. Saran saya, berhentilah pacaran dan jauhi keinginan berzina. Umur 19 tahun masih sangat muda. Mintalah pacar Mbak Monlz untuk melamar Anda.

  29. raden rudy
    Maret 11, 2012 pukul 6:59 pm

    apapun alasanya aturan yg syah menurut hukum agama jgn di rubah2 krn ada keinginan ato kepentingan pribadi.biasanya nikah tanpa persetujuan orang tua kandung kelak pernikahannya banyak masalah dan tidak bahagia…..emang enak hidup rumah tangga seperti itu.enak sekarang tp menderita selama perkawinan anda.mintalah restunya dan minta maaflah jika sudah terlanjur terjadi.ridlo orangtua adalah juga ridlonya Allah swt.coba bayangkan jika anda jadi orang tua punya anak yg membangkang dan tidak berbakhti kepada anda……renungkanlah

  30. Ade
    Juni 21, 2012 pukul 11:52 pm

    Masalah yg qta hadapi skarang sama , , bedanya saya mendapatkan restu dari ibu pacar saya tapi bapaknya belum merestui 100%, , dya bru mau merestui pernikahan kami jika :
    saya harus membawa seserahan ,brupa barang yg mewah menurut ukuran saya , , dan bersedia memberikan sjumlah uang yg cukup besar , dan harus di pesta pora . .

    saya pribadi merasa sanggup melakukannya , hanya saja saya berfikir uang yg bgtu besar itu akan lebih baik jika di jadikan untuk merintis sebuah usaha. Namuan ayah dari pacar saya tak bisa di ajak kompromi , , dya lebih memilih memisahkan kami seandainya tak ada pesta yang meriah di hari pernikahan nanti , setelah saya membaca jawaban di atas mgkin kl saya , saya lebih memilih melapor pada pihak penguasa ,
    betul tanpa ayah kita tidak ada di dunia ini , , namun yang akan menjalani khidupan kelak t0 pribadi kita masing-masing , apalagi saya sngat tau persis permasalahan yg ada di keluarga pacar saya . .pacar saya itu menghidupi ibu , bapak , kakak , bhkan kakaknya yg sudah berkeluarga pun , dya nafkahi. . . Sedangkan bapaknya sendiri tdak menafkahi anak dan istrinya , karna yang bekerja hanya ,ibu dan pacar saya, padahal bapak masih memiliki fisik yg normal dan tdak terlalu tua. .

  31. Juli 7, 2012 pukul 2:54 pm

    assalam …
    Jawaban yg diberikan kang ahmad tidak memiliki dasar sama sekali, bahkan dalam madzhab syafi’i pun semua ada prosesnya dan dalam hukum perundang-undangan negara pun itu mudah sekali.
    Untuk mas dan mbak yg mengalami kejadian diatas, jgn berkecil hati, agama tidak mempersulit tapi mempermudah.

    • Oktober 8, 2012 pukul 10:51 am

      Darriii atas sampai kebawah udah sya baca semua.
      Panjangnya komentar dri tahun 2009 hingga tahun 2012
      Sdah sy baca semua.
      Kalo dipikir” percuma tnya disini,
      karna yang baca kebnyakkan org yg mngalami hal yg sma jdi bgai mana bsa ngasih solusi???
      Lalu yg ngasih solusi mah bkan solusi karna dia tdak mngalami nya.
      Hanya org yg mengalami masalah sperti ini
      yg bsa tau pahitnya.

      Dan sya jga mngalminya sama kok tpi sya cari.

      • Oktober 8, 2012 pukul 10:59 am

        Saya mngalmi hal yg sma kok.
        Minikah Hak pribadi.
        Namun org tua tdk merestui.
        Kalau mnurut saya kelak ketika sudah menikah tanpa restu org tua mau pun direstui, itu adalah kita yg mnjalankan itu resiko kita.
        Resiko sudah wajib kita tanggung jdi jgn slah kan org lain salahkan dirikita
        sendiri.
        Emg org tua gak pernah muda yah???

      • Februari 2, 2013 pukul 3:51 pm

        Ass. Saya jg mengalami hal hmpr sma dgn kalian. Sya cuma pny ibu, ayah sya sdh menggal. Ibu,ne2k dan tante saya belum mengzinkan sya menikah dgn pcr sya krna alsan ekn0mi, dia dr keluarga mskin dan pny bnyk adik tp dy sdah bkrja n pnghslan tetap. Alsan mrka jg kpingn sya bkrja untk membntu keluarga dr phak ibu sya. Pdhl ibu sya sndr jg pny pcr yg tak distjui ne2k, bhkan pernh membwa pcrny ngnap dirmh. Pacarnya jg miskin. Mereka skrng menjalani hbngn smbnyi2.

  32. mika
    April 12, 2013 pukul 1:36 pm

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Masyaalloh, ternyata bukan hnya aq yg sdang mngalami hal tragis n menyedihkan sprti itu, aq adlh seorg wanita brusia 23thn, pasangn aq 26thn, aq seorang mahassw dan pacarku polisi

    Aq sanggat mncintainya’ bahkan aq tak akn pernah sanggp jka khilangnnya, hampir 4thn lamanya kmi saling mengenal satu sama lain, bahkan kami sudah berniat akan sgera megakhri masa pacaran kami dgn segera menikah.

    Akan ttapi kedua org tua ku sama sx tdk menyetujui hubungan kami. jgnkn u/ mnyetujui hubgn kami, mndangar nama dia aja org tua ku bahkan gak sudi.

    Org tua ku tdak mnyetujui hubgan kami, hy karna aku akan segera di nikahi oleh salah seorang yg mreka angap pantas, layak, dan hidupku akan bahagia jika menikah dgn seseorg yg mereka pilih

    Hingga skrang aq benar2 tidk habis pikir & mengerti dgn jalan pikiran org tua ku, padahal pacar ku dr segi ekonimi insyaalloh sudah bisa dikatakan cukup, jgnkan dr segi ekonomi dri segi akhlak aku rasa dia jauh lebih baik dr laki2 yg akan di jodohkan oleh org tua ku.

    Bkan hnya sampai di stu saja tantangan demi tantangan sering kami lalui, baik kekerasan secara fisik, mental, psikis , hujata, cacia makian dr org tua ku sering menghampiri telinga kami, bahkan org tua ku mengancam abg agar segera menjauhiku, tidak peduli bagaimanapun, apapun itu caranya org tua ku tetap berusaha keras u/ memisahkan kami, dan org tua ku jga tidak segan2 u/ mlaporkan abg kpada pihak berwajib bakhan parahnya lagi org tua ku akn menuntut abg ke meja hijau jika kami masih ngotot u/ bersama

    Ya Alloh….
    sesungguhnya hanya padamu aku berserah diri &
    mudh2hn kami selalu brada di jalan Alloh SWT
    Amin……….

    mohon sarannya dr temen2..
    Sebelumnya TQ ya ^_^

    Wassalamualaikum

  33. Mei 19, 2013 pukul 10:54 pm

    INI ARTIKEL UNTUK PARA ORANG TUA YANG NGOTOT DENGAN KEBODOHANYA SENDIRI DAN HAWA NAFSUNYA SENDIRI TANPA MELIHAT HUKUM AGAMA

    Hukum Menikah Tanpa Restu Orangtua

    KETENTUAN NIKAH

    Sebagai pijakan awal dari pembahasan ini perlu dijelaskan lebih dulu tentang syarat-rukun nikah yang menentukan sah-tidaknya suatu pernikahan. Syarat-rukun nikah secara umum ada empat (walaupun hal ini masih diperselisihkan), yaitu: adanya calon suami dan calon isteri yang saling rela untuk menikah, lafal ijab dan qabul yang jelas, dua orang saksi yang adil dan wali dari calon isteri.

    Menurut jumhur fuqaha’ (mayoritas ulama ahli fiqih) nikah itu tidak sah tanpa wali. Hal ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Aisyah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda (yang maknanya): “Tidak sah nikah tanpa wali yang cerdas dan dua orang saksi yang adil” (HR. ad-Daruquthniy, Ibnu Majah dan Ahmad).

    Bagaimana halnya jika terjadi, karena pertimbangan tertentu orangtua menolak dan tidak merestui pilihan anaknya (yang paling mungkin adalah anak perempuan), dan bagaimana pula jika anak gadisnya tetap bersikukuh nikah dengan pria yang dicintainya?

    BERBAKTI KEPADA ORANTUA

    Berbakti kepada kedua orangtua (birrul waalidain) termasuk salah satu ajaran asasi Islam. Allah SWT dan Rasul-Nya amat menekankan birrul waalidain ini dalam banyak ayat al-Qur’an maupun hadis shahih. Di antara ayat yang terkait hal ini adalah firman Allah SWT (yang maknanya): ” Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbakti kepada kedua orangtuamu. Jika salah seorang dari keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut di sisimu, maka jangan sekali-kali kamu mengucapkan kata-kata yang tidak pantas, apalagi membentak mereka. Ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia (santun)” (al-Isra’ ayat 23). Sedang hadis yang terkait dengan birrul waalidain antara lain adalah sabda Nabi SAW (yang maknanya): “Ridlo Allah SWT itu ada dalam ridlo kedua orangtua, begitu juga murka Allah SWT itu ada dalam murka keduanya” (HR at-Turmudziy dari Abdullah bin ’Amr).

    Tetapi bakti dan kepatuhan anak kepada orangtuanya ini terbatas pada hal-hal yang tidak mengarah kepada pelanggaran terhadap ajaran Islam. Jika sudah mengarah kepada pelanggaran ajaran agama, maka yang ada bukan bakti dan patuh, melainkan hormat saja. Demikian makna firman Allah SWT: ”Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku, sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mematuhi keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia ini dengan baik…” (Luqman ayat 15).

    Oleh karena itu, semua anak wajib ekstra hati-hati dalam menghadapi dan menyikapi orangtua mereka. Segala sikap dan ucapan anak harus mengacu pada pertimbangan perasaan dan kepatutan menghadapi orangtua. Sekali pun andaikan orangtua jelas salah atau tidak patuh pada ajaran agama, maka masih tersisa kewajiban anak untuk menghormatinya.

    Tetapi orangtua juga tidak dibenarkan arogan dan semena-mena memperlakukan anaknya, jangan menjadi orangtua yang memancing kedurhakaan anak. Orangtua harus mengarahkan anak untuk mematuhi mereka dengan memberi contoh kepatuhannya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

    NIKAH TANPA RESTU ORANGTUA

    Dalam kaitan nikah, secara fiqih formal (hukum), pilihan anak yang berbeda dengan orangtua atau keengganan orangtua merestui pilihan anaknya tidak berpengaruh apa-apa terhadap sahnya pernikahan, karena restu orangtua itu tidak terkait syarat-rukun nikah. Dengan demikian nikah tersebut tetap sah dan karenanya hubungan suami isteri antara keduanya juga halal. Dalam perspektif fiqih formal, ayah lebih dominan dibanding ibu, karena menurut jumhur fuqaha’ (mayoritas ulama ahli fiqih) ayahlah yang berhak menjadi wali bagi anak perempuannya.

    Tetapi secara fiqih moral (akhlaq) dan fiqih sosial (kemasyarakatan), pernikahan yang tidak direstui orangtua akan bermasalah dan menjadi handikap bagi hubungan anak-orangtua, sesuatu yang harus dihindari. Begitu juga kengototan orangtua pada penolakannya terhadap pilihan anaknya merupakan hal yang mesti ditiadakan. Kunci semua itu adalah komunikasi antara orangtua-anak harus terjalin baik sejak mula. Dalam perspektif fiqih moral, restu ibu lebih dominan dibanding ayah, karena bakti anak kepada ibu adalah 3 berbanding 1 terhadap ayah (HR al-Bukhariy), asal mereka sama-sama bertaqwa kepada Allah SWT.

    Perlu dicatat dalam kaitan ini, jika ada orangtua yang menolak pilihan anaknya hanya karena pertimbangan etnis atau tradisi, maka orangtua demikian harus berfikir seribu kali untuk mempertanggung jawabkannya di hadapan Allah SWT nanti, karena tegas jelas Allah SWT berfirman (yang maknanya): ”Hai manusia, sungguh Kami menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan, kemudian menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sungguh yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa di antara kalian. Sungguh Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (al-Chujuraat ayat 13). Orangtua demikian juga harus malu kepada Rasulullah SAW yang bertahun-tahun berjuang mendakwahkan Islam dan menghilangkan rasisme. Dalam suatu khuthbah yang berapi-api pada hari Tasyriq, di hadapan ribuan sahabat, Rasulullah SAW berseru (yang maknanya): ”Hai manusia, ingatlah bahwa Tuhan kalian satu dan bapak kalian juga satu. Ingatlah tidak ada kelebihan orang Arab terhadap non-Arab, tidak juga orang non-Arab terhadap orang Arab; tidak juga orang berkulit merah terhadap kulit hitam, tidak juga orang kulit hitam terhadap kulit merah, KECUALI DENGAN KETAQWAANNYA…” (HR Ahmad dari Abi Nadlrah). Makna hadis ini benar-benar sama dan sebangun dengan kandungan firman Allah SWT dalam al-Chujurat 13 di atas, bahwa ketaqwaan adalah penentu kemuliaan siapapun, bukan etnis atau suku dan lain-lain. Karenanya jangan ada lagi etnis tertentu yang merasa lebih leading, unggul dan eksklusif terhadap etnis yang lain. Bukankah tokoh-tokoh kafir yang memusuhi bahkan berkali-kali berperang melawan Rasulullah SAW juga satu etnis dengan beliau?

    Oleh karena itu, hendaknya semua orangtua bersikap arif dan bertindak bijak ketika menghadapi anak yang sudah menjalin hubungan sedemikian dekat dengan seseorang dan merasa sudah amat cocok sehingga tidak mungkin lagi dipisahkan, maka lebih baik segera dinikahkan agar terhindar dari perbuatan zina. Jangan ada lagi orangtua yang bertindak otoriter dengan sikap tanpa kompromi melarang dan menghalang-halangi pernikahan mereka, yang kemudian amat memungkinkan terjadinya perzinaan. Hal ini tentu dengan syarat bahwa pihak pria harus beragama Islam. Tetapi jika pihak lelaki non-muslim, maka harus masuk Islam dulu. Jika tidak mau, maka sengotot apa pun tidak perlu diloloskan, karena dinikahkan pun tetap tidak sah dan hubungan mereka tetap dihukumi zina. Jadi bagi wanita muslimah, mutlak selektif dalam hal agama pria yang dicintai, harus muslim. Kalau tidak, maka pilihannya adalah mendapat “suami” non-muslim tapi jurusan neraka, atau berpisah dari non-muslim yang dicintai tapi akan dicintai Allah SWT dan tentu saja jurusan surga.

    Wallaahu a’lam

  34. Sultanwisnugroho
    Juli 3, 2013 pukul 8:40 pm

    askum Nama saya wisnu saya ingin tanya pada bapak/gus bahwa saya menderita tekanan bathin dikarenakan ayah / bapak saya
    yang mana telah memisahkan saya dari ibu saya sejak saya masih umur 12 thn dan bapak saya menikah lagi sedang saya tidak pernah di perhatikan bahkan adik saya di biarkan begitu saja saat ini saya hidup di jalanan bersatatus pengamen jalanan dimualai umur 12 thn jingga sekarang umur 26 thn saya belum bertemu dengan Ibu saya
    Yang Ingin saya tanyakan apa tindakan yang harus saya lakukan

  35. sultan
    November 14, 2013 pukul 2:12 pm

    pengalaman yang sama

  36. romi
    November 15, 2013 pukul 4:28 pm

    Ass….
    perkenal kan nama saya romi.
    saya jg punya penglaman yg sama..
    saya punya pacar.hubungan kami sudah lebih dari 3 thun.hubungan yg selama ini kami jalani dengan sembunyi sembunyi..saya pacaran tidak sama orang lain,tapi saya pacaran sama keluarga saya sendiri.tapi tidak sedarah.ayah cewek itu kakak dari ibu saya
    saya pun dulu paling tidak suka yg nama nya berbalik kesodara saya sendiri.tapi saya tidak tau kenapa hati saya suka sama dia..kami saling smsan,tapi saya tidak pernah mengungkap kan persaan saya sama dia.saya cuma bisa memendam nya saja.saya tidak ingin hubungan keluarga saya jadi hancur karna perilaku saya.
    kami selalu smsan,lama lama kami smsan.cewek yang saya suka itu rupa nya dalam diam diam,dia juga suka sama saya.
    tetapi dia tidak bisa menahan perasaan nya,lalu dia mengungkap kan persaan nya sama saya.kalau dia suka sama saya..dia [pun bertanya sama saya,apakah saya suka sama dia.saya pun tidak suka berbohong.lalu saya jujur sama dia.kalau saya juga suka sama dia.
    tapi saya bertanya dulu sama dia.apa dia tidak salah,kalau seandai nya kita jadian,nanti kita tidak direstui,sesudah itu kita dipisahakan.apa itu tidak menyakit kan persaan kita.
    sedang kan hubungan keluarga kita tidak akur lagi.kalu kita pacaran pasti kita tidak diprboleh kan.lalu dia menjawab.kalau kita pacaran sampai kepelaminan.hubungan keluarga kita yang sudah lama tidak akur lagi.mungkin dengan kita jadian seperti ini,hubungan keluarga yang dulu tidak cocok lagi.kita buat bisa jadi cocok kembali.
    lalu aku pun berpikir yang sama.mungkin ini kehendak nya allah.supaya hubungan keluarga kami yang sudah lama tidak cocok lagi.tuhan memberi kan kami persaan suka sama suka.
    2 tahun kami jadian,ibu nya cewek saya itu bertanya sama saya.apa romi pacaran sama lusi.saya pun menjawab nya tidak.karna cewek saya tidak ingin keluarga keluarga kami tau soal hubungan kami ini.
    lalu ibu cewek saya nanya lagi.kata orang romi pacaran sama lusi.dulu sebelum bapak nya masih hidup.waktu cewek saya masih kecil.kata ibu nya,bapak nya pernah berpesan.kalau anak nya tidak ada untuk ponak’an nya.lalu saya diam saya.
    lalu kami pergi jalan.dan aku pun bertanya sama cewek saya sendiri.gimana dek hubungan kita ni dek,hubungan kita kan tidak diperboleh kan.jadi sekarang kita gimana dek.kalau adek mau cari yang lain,cari aja mulai dari sekarang dek.sebelum antara kita berdua ini saling mendalami cinta ini.
    cewek saya pun menjawab nya.hubungan ini kita lanjut kan terus.kita berdo’a kepada allah semga allah menjodoh kan kita berdua.saya pun menurut apa yang dikata kan sama cewek saya itu.hubungan pun kami sembunyi kan terus.samapai dia tamat kuliah baru dicerita kan hubungan ini.tapi entah kenapa,cewek saya itu sepontan berubah nya.
    malam hari nya kami telponan bagus bagus saya.tapi pagi nya dia langsung berubah seperti itu.seperti tidak membutuh kan saya lagi dan tidak ingin diganggu lagi sama saya.
    saya pun diam dan belajar mengerti..lalu dua hari nya sya sms sia dimalam malam hari nya.
    saya lepas dia dengan baik.kalau dia ada cowok lain.maka jalan dengan baik baik.tapi pas saya lagi tidur.saya bermimpi buruk.kalu dia ditidur sama laki laki rami rami.didalam mimpi itu dia memintak tolong.
    lalu saya terbangun.
    mimpi itu menjadi penasaran bagi saya.lalu saya bertanaya sama orang pintar.orang itu menjawab.kalau cewek saya itu udah di obati sama ibu nya sendri..sudah saya tanya ditempat lain,jawaban nya pun juga sama.kalau dia diobati sama ibu nya sendri,melalui dukun.lalu orang yang tempat saya bertanya itu menyuruh saya mengobat nya kembali.dengan diberi nya air dan dibaca nya air tersebut.lalu saya obati cewek saya itu.
    tapi saya berpikir.kalau saya mendekati cewek saya itu terus,ibu nya pasti mengobati nya lagi.lalu saya lepas kan cewek saya itu.dan tidak menganggu nya lagi.saya selalu beusaha untuk bisa ngelupan kan nya..tapi makin kuat saya untuk ngelupakan nya,makin kuat saya ingat sama dia terus.sudah bermacam macam cara saya buat untuk ngelupakan nya.tapi selalu tidak bisa.

    saya mau bertanya..
    1. apakah saya salah unutk meminang dia,sedang kan ayah nya dulu pernah berpesan seperti itu sama anak anak nya…?
    2. apakah ibu nya berdosa,berbuat seperti itu sama anak nya.dengan cara mengbati anak nya,melalui dukun….?
    3. apakah saya salah untuk meminang dia.supaya hubungan sirahturahmi yg dulu tidak akur lagi.dengan kami jadian hubungan sirahturahmi ini akur kembali….?
    4. apakah janji dan sumpah yang telah kami ucapkan atas nama allah untuk bersatu (menikah) harus kami tepati,sedang kan hubungan kami tidak diperboleh kan lagi untuk dilanjut kan…?
    5. apakah saya harus terus berusah untuk mendapat kan dia lagi…?
    saya mohon jawaban nya dari sahabat sahabat saya……

  37. November 21, 2013 pukul 7:25 pm

    ondeh mandeh sm bana jo den mah

  38. aure
    Desember 23, 2013 pukul 4:39 pm

    enak kali bilang harus ganti calon suami<emang kalau udah ganti calon suami tapi kehidupan tidak bahagia,anda sebagai penyaran mau bertanggung jawab?ngomong koq sakpenake dewe tho

  39. Ms.yeni
    Juli 5, 2014 pukul 12:33 pm

    tapi bagaimana kalau bapak kandung itu dari kecil sudah menelantarkan saya & tidak pernah memberi kasih sayang pada saya bahkan sudah tidak menganggap saya anaknya apa ia saya harus tetap mencari dia pada saat saya akan menikah???tolong saya perlu jawabannya

    • Juli 14, 2014 pukul 12:40 pm

      ya. iya. anak yang normal kan, pasti akan tetap mengharapkan kehadiran bapaknya di saat menikah, di saat kelulusan sekolah, dll.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: