Beranda > Tanya-Jawab > Nikah Sirri tapi Wali tidak Dapat Hadir

Nikah Sirri tapi Wali tidak Dapat Hadir

Dear Ustadz,

Saya berencana mau menikah siri, karena isterinya tidak setuju untuk dimadu. Saya telah sempat bertemu isterinya untuk minta izin tapi tetap tidak setuju dan ia mengancam

Pacar saya tersebut sudah melamar saya kepada orang tua saya (ibu) karena ayah saya sudah almarhum tapi keluarga saya tidak setuju juga. Saya memiliki adik laki-laki dan pacar saya tersebut sudah mengatakan kepada adik saya untuk meminta sebagai wali saya. Adik saya bersedia tetapi ia tidak dapat hadir dengan alasan tertentu. Ia hanya bersedia memberikan surat untuk diwakilkan sebagai wali.

Apakah pernikahan kami akan sah menurut agama?

Salam,

Cika
Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kalau kami jawab hanya dari satu sudut pembahasan saja, yaitu dari hukum hitam putih sah tidaknya pernikahan, sebenarnya sudah tidak ada masalah. Izin dari pihak isteri pertama kepada suami yang mau menikah lagi bukan syarat. Seorang suami pada dasarnya boleh saja menikah sampai 4 kali, bahkan tanpa sepengetahuan isteri-isteri sebelumnya.

Dan anda sebagai calon isteri kedua, tetap sah bila menikah dengan suami orang, asalkan anda punya wali dan pernikahan itu memenuhi semua syarat. Bila wali anda tidak sempat datang menghadiri akad nikah, maka selama beliau mengizinkan dan memberikan hak perwaliannya kepada seseorang, maka orang itu berhak menjadi wali anda. Pokoknya, dari segi hukum akad nikah, tidak bermasalah.

Tapi semua itu hanya baru dari satu sisi pertimbangan saja. Tentu sebagai muslim, kita tetap harus punya pertimbangan dari banyak sisi.

Misalnya, anda perlu pertimbangkan perasaan hati seorang wanita yang merasa ‘dikhianati’ cintanya oleh suaminya sendiri. Bayangkan juga bila anda sendiri yang berada pada posisinya. Meski Islam membolehkan poligami, namun menjaga perasaan hati seseorang bukan berarti tidak perlu.

Sebab prinsipnya, jangan sampai dengan kehadiran anda di dalam rumah tangga itu, justru rumah tangga itu malah berantakan. Jangan sampai isteri pertamanya malah minta cerai, lalu anak-anaknya terlantar begitu saja. Tentu tidak ada seorang pun yang mau bila rumah tangganya hancur lebur seperti itu.

Dan sangat wajar bila ada seorang isteri yang minta diceraikan, kalau tahu suaminya mau kawin lagi. Reaksi seperti itu sangat manusiawi, bukan hanya monopoli wanita Indonesia, tetapi wanita seluruh dunia pun akan bereaksi sama.

Apalagi kalau anda sampai dijadikan penyebab dari semua kehancuran itu. Tentu anda sendiri pun tidak rela diperlakukan demikian, bukan?

Karena itu, lepas dari masalah kehalalannya, perlu juga anda pertimbangan dari segi lainnya. Paling tidak, dari segi perasaan sesama wanita.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

About these ads
Kategori:Tanya-Jawab Tag:, ,
  1. nur asadullah
    Maret 7, 2009 pukul 1:36 am | #1

    Nikah siri sebenarnya halal jika tidak melenceng dari tata cara Islam. Karena syarat nikah dari Islam cukup sederhana, selain adanya kedua pengantin dan mahar, yang harus ada yaitu penghulu, wali dan saksi. Nikah siri baru bisa berjalan sesuai aturan Islam jika yang melaksanakan adalah orang-2 yang istiqomah aqidahnya. Hanya saja banyak yang menjadikan nikah siri sebagai kedok untuk melegalkan hubungan suami istri yang tidak direstui.
    Tidak direstui oleh siapa ? :
    1. Oleh negara, misalkan kasus syekh puji yang menikah dengan anak dibawah umur. Nabi juga menikah dg anak dibawah umur, walaupun digauli hanya setelah Siti Aisyah akil baligh. Nah apakah syeh puji bisa seperti Nabi ?
    2. Oleh Mashab/Aliran agama, dalam banyak kasus Aliran agama yang dianut tidak mengakui keabsahan penghulu dari pihak pemerintah/KUA menurut ajaran mereka. Yang ini complicated.
    3. Oleh orang tua, yang tidak setuju dengan pilihan pasangan anaknya. Jika yang tidak setuju dari pihak ortu laki-laki, maka nikah siri dipilih untuk menjaga perasaan ortunya. Walaupun kenyataan pada akhirnya pasti ketahuan juga. Jika yang tidak setuju dari pihak ortu perempuan, maka hal ini menjadi haram hukumnya, karena perempuan memerlukan wali. Walaupun dalam banyak kasus pihak perempuan di walikan oleh paman/kakak laki-2nya yang setuju, beberapa ulama menganggap ini haram.
    4. Oleh masyarakat, biasanya terjadi dalam kondisi masyarakat yang penuh konflik. Ini bersifat darurat. Misal, dua orang pasangan dari marga/suku yang bermusuhan, padahal kedua orang tuanya setuju. Hal ini bisa di akali dengan menumpang nikah di KUA lain.
    5. Oleh agama, masyarakat, negara. Nah lo ? Banyak kasus orang menyatakan menikah siri setelah ketahuan kumpul kebo. Karena takut dicerca publik, mereka membuat dokumentasi nikah siri sesuai kebutuhan. Nah ini termasuk yang paling parah. Yang lebih parah lagi, jika dilakukan oleh orang yang mengetahui hukum Islam tetapi menikah siri untuk melegalkan hubungan seks sesaat. Hmmm ingat kasus dewi wardah…?

    Bagaimana nikah siri bisa berjalan dengan baik ?
    Jika dan hanya jika dilaksanakan oleh orang2 yang istiqomah dalam akidah Islamnya. Termasuk didalamnya Kedua mempelai, Wali dan penghulunya.

    Ini adalah syarat mutlak yang tidak bisa ditawar, karena segala sesuatu yang berkait dengan pertanggungjawaban nikah siri, benar-2 siri (tersembunyi) dalam hati mereka.

    Nah, dijaman sekarang ini sangat susah mendapatkan orang-2 seperti itu.

    Nikah siri tidak bisa dibawa kasusnya ke jalur hukum negara, karena mereka tidak terdaftar sebagai suami istri.

    Jadi bagi anda yang bukan penganut Islam yang bisa Istiqomah dalam aqidah Islam, nikah KUA adalah jalur yang teraman.

    Mereka yang mengatakan nikah siri karena alasan ekonomi adalah omong kosong. Nikah kalo di KUA adalah murah biayanya. Kecuali GENGSI yang menjadi pimpinan hatinya.

    Mereka yang mengatakan nikah siri tidak perlu diketahui publik adalah salah besar. Karena nikah siri harus ada saksi, disaksikan oleh publik yang berkompeten walaupun jumlahnya terbatas, tapi harus mencakup lingkungan sekelilingnya supaya tidak menimbulkan fitnah.

    Nah, silahkan memilih.

    Adanya rencana pemerintah untuk menghukum pelaku nikah siri adalah kurang tepat. Nikah siri adalah nikah yang tersembunyi, dengan ditakut2 i seperti itu, para pelakunya akan menjadi semakin tersembunyi. Gak ada yang bakal ngaku nikah siri, tapi praktek jalan terus. Bahkan lebih parah lagi, bisa-2 penghulunya yang biasanya ustadz atau imam masjid, karena takut hukuman, mereka mundur. Yang maju terus adalah mempelainya, mereka mendapat penghulu abal-abal, yang ngaku2 penghulu asal dibayar. Jadilah hubungan mereka haram negara dan agama. Nah lo ?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: