<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Nikah Itu Enak!</title>
	<atom:link href="http://nikahituenak.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nikahituenak.wordpress.com</link>
	<description>Ayo... Kenapa ragu?</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Oct 2008 22:31:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='nikahituenak.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/2fb51378c768ffb12350be72c1a89dac?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Nikah Itu Enak!</title>
		<link>http://nikahituenak.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>KUA</title>
		<link>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/kua/</link>
		<comments>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/kua/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 12:54:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamarket.net -Toko Islam Online-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[KUA]]></category>
		<category><![CDATA[Persiapan Nikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/kua/</guid>
		<description><![CDATA[Kalian mau ke ngurusi surat-surat Nikah di KUA?
Perlu dibaca, nih...!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikahituenak.wordpress.com&blog=1374989&post=46&subd=nikahituenak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><em>Kalian mau ngurusi surat-surat Nikah di KUA?</em></strong></p>
<p>Sebelum ke sana, siapain, ya&#8230;.. :<span id="more-46"></span></p>
<p>1. ke Pak RT minta surat hantaran Nikah Ke Kelurahan (gratis, lho.  kalo dia minta uang Pak RT ini harus dipecat!)</p>
<p>2. Ke Kelurahan minta surat hantaran Nikah ke KUA</p>
<p>Tapi siapin dulu:</p>
<p>- Poto Kopi KK (Kartu Keluarga)  1x</p>
<p>- Poto Kopi KTP 1x</p>
<p>- Poto Kopi Ijazah terakhir 1x</p>
<p>- Foto 2&#215;3 = 5 lembar background biru</p>
<p>- Biodata Pasangan (Nama, Tempat &amp; Tanggal lahir, Alamat)</p>
<p>- Meterai Rp. 6.000</p>
<p>- Biaya Administrasi Rp. 40.000</p>
<p>3. Ke KUA minta surat hantaran Nikah ke KUA Pasangan Nikah&#8230;.</p>
<p>Tapi siapin dulu:</p>
<p>- Biaya Administrasi Rp. 20.000</p>
<p>- Poto Kopi Akte Kelahiran 1x</p>
<p>SELESAI&#8230; DEH&#8230;</p>
<p>SEMUANYA  BISA DISELESAIKAN HANYA DALAM BEBERAPA JAM AJA&#8230; KALO JARAKNYA GAK TERLALU JAUH, NGEBUT&#8230;. , GAK DITILANG POLISI, DAN TERAKHIR TAQDIR Alloh&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Selamat menuju Ridho Ilahi&#8230;</p>
<p>Ingat:</p>
<p>1. Beda tempat beda persyaratan, beda biaya administrasi, dan ada perbedaan yang lainnya&#8230;.</p>
<p>2. Kalau aku di Solo secara total keluarin biaya untuk surat Nikah sampe&#8217; Rp. 100.000, karena ada kekeliruan data.. ada yang dibayar dobel&#8230;</p>
<p>3. bensin diitung juga lho&#8230;</p>
<p>4.  Oh iya.. jangan lupa&#8230; semua data yang diberikan harus benar-benar BENAR.  Maksudnya&#8230; ?  Maksudnya Nama, tanggal, alamat, dan lain sebagainya harus sesuai antara KTP, Ijazah, KK, Akta kelahiran dan semuanya&#8230;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nikahituenak.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nikahituenak.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nikahituenak.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nikahituenak.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nikahituenak.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nikahituenak.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nikahituenak.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nikahituenak.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nikahituenak.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nikahituenak.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nikahituenak.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nikahituenak.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikahituenak.wordpress.com&blog=1374989&post=46&subd=nikahituenak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/kua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/962e8083b2e629766b3e6d4e30ad27a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islamarket.net</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menikah tanpa Penguhulu</title>
		<link>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/menikah-tanpa-penguhulu/</link>
		<comments>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/menikah-tanpa-penguhulu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 12:51:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamarket.net -Toko Islam Online-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya-Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[Penghulu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/menikah-tanpa-penguhulu/</guid>
		<description><![CDATA[Ass. Wr. Wb.
Yth Pak Ustadz,
Saya mau tanya tentang menikahkan anak tanpa disaksikan oleh penghulu. Yang akan menikahkan adalah orang tua sendiri, kemudian tidak ada surat nikah, akan tetapi dibuatkan surat di atas segel. Yang ingin saya tanyakan 1. Apakah nikah seperti tersebut di atas sah secara agama Islam? 2.Bila tidak dicatat pada KUA, boleh atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikahituenak.wordpress.com&blog=1374989&post=34&subd=nikahituenak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ass. Wr. Wb.</p>
<p>Yth Pak Ustadz,<br />
Saya mau tanya tentang menikahkan anak tanpa disaksikan oleh penghulu. Yang akan menikahkan adalah orang tua sendiri, kemudian tidak ada surat nikah, akan tetapi dibuatkan surat di atas segel. Yang ingin saya tanyakan 1. Apakah nikah seperti tersebut di atas sah secara agama Islam? 2.Bila tidak dicatat pada KUA, boleh atau tidak? 3.Apabila nanti perlu surat nikah apakah perlu dinikahkan lagi atau hanya minta surat Nikah saja?<span id="more-34"></span></p>
<p>Demikian pertanyaan saya Terima kasih atas jawabannya.</p>
<p>Wassalamm&#8217;alaikum Wr. Wb.</p>
<p>Tarmizi Abdullah<br />
tarmizi at eramuslim.com<br />
Jawaban</p>
<p>Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Untuk sahnya sebuah pernikahan, yang paling pokok dan sangat menentukan adalah adanya ijab kabul antara ayah kandung pengantin wanita sebagai wali dengan calon menantu laki-lakinya. Di mana intinya adalah bahwa wali menikahkan anaknya dengan suaminya dengan maskawin yang disebutkan. Lalu suami menyetujuinya.</p>
<p>Misalnya, ayah kadung/ wali berkata, &#8220;Saya nikahkan kamu dengan anak saya yang bernama Fatimah dengan maskawin cincin ini.&#8221; Lalu calon suami menjawab, &#8220;Saya terima.&#8221; Maka cukuplah, ijab kabul itu sah dan resmi di mata Allah, rasul-Nya dan syariat Islam. Asalkan peritiwa itu disaksikan oleh dua orang laki-laki muslim yang sudah baligh..</p>
<p>Meski pun ijab kabul itu hanya dihadiri oleh 4 orang itu saja, ijab kabul itu sudah benar dan sah dilihat dari hukum fiqih. Kehadiran istri bahkan tidak menjadi syarat sahnya pernikahan, termasuk juga kehadiran ibu dari istri, atau kedua orang tua suami. Apalagi kehadiran petugas pencatat nikah.</p>
<p>Petugas pencatat nikah bukan orang yang bertugas untuk menikahkan, tetapi tugasnya sesuai dengan nama jabatannya, dia hanya bertugas mencatat bila ada peristiwa pernikahan. Bahkan kalau petugas pencatat nikah itu nekad menikahkan seorang wanita, padahal ayah kandungnya sebagai wali tidak tahu menahu, maka pernikahan itu haram dan tidak sah.</p>
<p>Namun untuk tertib administrasi dan keteraturan dokumen, sebaiknya pernikahan itu memiliki dokumen yang sah dan diakui oleh negara. Sebab akan ada banyak hal-hal yang terkait dengan masalah dokumen yang sangat dibutuhkan oleh pasangan itu nantinya, terutama dalam pembuatan akte kelahiran anak, surat bukti menikah dan lainnya.</p>
<p>Maka walau pun secara hukum Islam di mata Allah sudah sah pasangan ini sebagai suami istri, namun masih ada urusan dengan manusia yang perlu diselesaikan. Kami mengibaratkan masalah ini sama dengan bila anda membeli mobil baru dari showroom. Bila anda sudah bayar kontan, maka sah mobil itu milik anda dan boleh anda bawa pulang saat itu juga lalu disimpan di garasi rumah. Tapi sayangnya status dokumen mobil itu masih off the road.</p>
<p>Anda akan mendapatkan persoalan tersendiri bila mobil itu anda kendarai di jalan raya. Pak polisi dengan sigap akan minta anda menepi karena mobil anda ternyata tidak dilengkapi dengan STNK, plat nomor atau bahkan anda sendiri mungkin belum punya SIM. Meski anda boleh saja protes kepada pak polisi bahwa mobil itu milik anda sambil anda menunjukkan kuitansi pembelian mobil dan bilang apa hak polisi menyetop mobil anda? Tetapi pak polisi akan menjawab bahwa mobil itu memang milik anda. Hanya saja tidak boleh jalan di jalan raya, karena tidak dilengkapi dengan surat-surat.</p>
<p>Bisa saja di sebuah negeri Islam diberlakukan polisi hisbah yang akan merazia semua pasangan. Bila mereka tidak punya dokumen sebagai suami istri, tentu akan mengalami masalah.</p>
<p>Jadi fungsi petugas pencatat nikah memang tidak ada kaitannya dengan urusan sah tidaknya ijab kabul. Namun fungsinya terletak pada tertib dokumen dan surat menyurat. Karena itu peranannya tetap penting.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishshawab, Wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Ahmad Sarwat, Lc.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nikahituenak.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nikahituenak.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nikahituenak.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nikahituenak.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nikahituenak.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nikahituenak.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nikahituenak.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nikahituenak.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nikahituenak.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nikahituenak.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nikahituenak.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nikahituenak.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikahituenak.wordpress.com&blog=1374989&post=34&subd=nikahituenak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/menikah-tanpa-penguhulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/962e8083b2e629766b3e6d4e30ad27a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islamarket.net</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Urutan Wali Nikah</title>
		<link>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/urutan-wali-nikah/</link>
		<comments>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/urutan-wali-nikah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 12:51:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamarket.net -Toko Islam Online-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya-Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[Nikah]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Nikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/urutan-wali-nikah/</guid>
		<description><![CDATA[Ustadz, mohon penjelasan tentang urutan wali nikah dan ketentuan lain yang mengatur tentangnya. Jazakallahu khairan katsira
Suhilmayeni
safirah81 at eramuslim.com
Jawaban
Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Dalam kitab Kifayatul Akhyar, sebuah kitab fiqih yang lazim digunakan di dalam mazhab Syafi&#8217;i, disebutkan urutan wali nikah adalah sebagai berikut:
Ayah kandung
Kakek, atau ayah dari ayah
Saudara (kakak/ adik laki-laki) se-ayah dan se-ibu
Saudara (kakak/ adik laki-laki) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikahituenak.wordpress.com&blog=1374989&post=35&subd=nikahituenak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ustadz, mohon penjelasan tentang urutan wali nikah dan ketentuan lain yang mengatur tentangnya. Jazakallahu khairan katsira<span id="more-35"></span></p>
<p>Suhilmayeni<br />
safirah81 at eramuslim.com<br />
Jawaban</p>
<p>Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Dalam kitab Kifayatul Akhyar, sebuah kitab fiqih yang lazim digunakan di dalam mazhab Syafi&#8217;i, disebutkan urutan wali nikah adalah sebagai berikut:<br />
Ayah kandung<br />
Kakek, atau ayah dari ayah<br />
Saudara (kakak/ adik laki-laki) se-ayah dan se-ibu<br />
Saudara (kakak/ adik laki-laki) se-ayah saja<br />
Anak laki-laki dari saudara yang se-ayah dan se-ibu<br />
Anak laki-laki dari saudara yang se-ayah saja<br />
Saudara laki-laki ayah<br />
Anak laki-laki dari saudara laki-laki ayah (sepupu)</p>
<p>Daftar urutan wali di atas tidak boleh dilangkahi atau diacak-acak. Sehingga bila ayah kandung masih hidup, maka tidak boleh hak kewaliannya itu diambil alih oleh wali pada nomor urut berikutnya. Kecuali bila pihak yang bersangkutan memberi izin dan haknya itu kepada mereka.</p>
<p>Penting untuk diketahui bahwa seorang wali berhak mewakilkan hak perwaliannya itu kepada orang lain, meski tidak termasuk dalam daftar para wali. Hal itu biasa sering dilakukan di tengah masyarakat dengan meminta kepada tokoh ulama setempat untuk menjadi wakil dari wali yang syah. Dan untuk itu harus ada akad antara wali dan orang yang mewakilkan.</p>
<p>Dalam kondisi di mana seorang ayah kandung tidak bisa hadir dalam sebuah akad nikah, maka dia bisa saja mewakilkan hak perwaliannya itu kepada orang lain yang dipercayainya, meski bukan termasuk urutan dalam daftar orang yang berhak menjadi wali.</p>
<p>Sehingga bila akad nikah akan dilangsungkan di luar negeri dan semua pihak sudah ada kecuali wali, karena dia tinggal di Indonesia dan kondisinya tidak memungkinkannya untuk ke luar negeri, maka dia boleh mewakilkan hak perwaliannya kepada orang yang sama-sama tinggal di luar negeri itu untuk menikahkan anak gadisnya.</p>
<p>Namun hak perwalian itu tidak boleh dirampas atau diambil begitu saja tanpa izin dari wali yang sesungguhnya. Bila hal itu dilakukan, maka pernikahan itu tidak syah dan harus dipisahkan saat itu juga.</p>
<p>Syarat Seorang Wali</p>
<p>Namun untuk bisa menjadi wali, seseorang harus memenuhi syarat standar minimal yang juga telah disusun oleh para ulama, berdasarkan pada ayat Al-quran dan sunnah nabawiyah. Syarat-syaratnya adalah:</p>
<p>Islam, seorang ayah yang bukan beragama Islam tidak menikahkan atau menjadi wali bagi pernikahan anak gadisnya yang muslimah. Begitu juga orang yang tidak percaya kepada adanya Allah SWT (atheis). Dalil haramnya seorang kafir menikahkan anaknya yang muslimah adalah ayat Quran berikut ini: Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.(QS. An-Nisa: 141)<br />
Berakal, maka seorang yang kurang waras atau idiot atau gila tidak syah bila menjadi wali bagi anak gadisnya.<br />
Bulugh, maka seorang anak kecil yang belum pernah bermimpi atau belum baligh, tidak syah bila menjadi wali bagi saudara wanitanya atau anggota keluarga lainnya.<br />
Merdeka, maka seorang budak tidak syah bila menikahkan anaknya atau anggota familinya, meski pun beragama ISlam, berakal, baligh.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishshawab wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Ahmad Sarwat, Lc.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nikahituenak.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nikahituenak.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nikahituenak.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nikahituenak.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nikahituenak.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nikahituenak.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nikahituenak.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nikahituenak.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nikahituenak.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nikahituenak.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nikahituenak.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nikahituenak.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikahituenak.wordpress.com&blog=1374989&post=35&subd=nikahituenak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/urutan-wali-nikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/962e8083b2e629766b3e6d4e30ad27a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islamarket.net</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menempuh 90 Km Biar Bisa Nikah Tanpa Wali Ayah Kandung</title>
		<link>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/menempuh-90-km-biar-bisa-nikah-tanpa-wali-ayah-kandung/</link>
		<comments>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/menempuh-90-km-biar-bisa-nikah-tanpa-wali-ayah-kandung/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 12:51:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamarket.net -Toko Islam Online-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya-Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[Nikah]]></category>
		<category><![CDATA[Tanpa Wali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/menempuh-90-km-biar-bisa-nikah-tanpa-wali-ayah-kandung/</guid>
		<description><![CDATA[Ass. wr. wb.
Saya telah berhubungan dengan pacar saya selama 5 bulan tetapi kami hanya bertemu beberapa kali saja, karena beliau harus kembali ke kota asal. Pada pertemuan kedua, kami memutuskan untuk menikah. Orang tua saya kurang setuju apabila saya berpacaran dengan beliau karena mereka memandang status pendidikan dan ras, sehingga kami tidak berani untuk mengutarakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikahituenak.wordpress.com&blog=1374989&post=36&subd=nikahituenak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ass. wr. wb.</p>
<p>Saya telah berhubungan dengan pacar saya selama 5 bulan tetapi kami hanya bertemu beberapa kali saja, karena beliau harus kembali ke kota asal. Pada pertemuan kedua, kami memutuskan untuk menikah. Orang tua saya kurang setuju apabila saya berpacaran dengan beliau karena mereka memandang status pendidikan dan ras, sehingga kami tidak berani untuk mengutarakan maksud kami tersebut.<span id="more-36"></span></p>
<p>Sedangkan kami sudah mantap untuk menikah, karena kami takut akan dosa apabila kami terus berpacaran. Kami memutuskan menikah tanpa restu orang tua. Pada saat itu, ada orang yang mau menolong kami, dan bersedia untuk mencarikan penghulu, tapi dengan syarat apabila ditanya katakan pada penghulu bahwa kami bangun nikah.</p>
<p>Kami kurang setuju karena kami tidak mau berbohong, waktu akad nikah, kami berkata jujur, penghulu tidak mau menikahkan kami kecuali pernikahan dilangsungkan ke luar kota dengan menempuh jarak 90 km. Akhirnya kami menikah dengan menempuh jarak 90 km terlebih dahulu dan menggunakan wali muhakam. Yang ingin saya tanyakan:</p>
<p>1. Apakah saya telah berdosa terhadap kedua orang tua saya?</p>
<p>2. Apakah pernilkahan saya telah syah di mata agama?</p>
<p>3. Jika pada akad nikah pertama saya mengatakan bangun nikah, apakah pernikahan tersebut syah?</p>
<p>terima kasih.</p>
<p>Ass wr.wb</p>
<p>Titis<br />
Jawaban</p>
<p>Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Syariah Islam tidak mengenal istilah bangun nikah, apalagi menikah dengan jarak minimal 90 km.</p>
<p>Yang dikenal dalam syariah hanyalah bahwa nikah itu memutlakkan adanya wali yang sah. Bukan wali pura-pura atau wali hakam atau apa pun namanya. Selama wali itu bukan ayah kandung, apa pun nama nikahnya, tetap saja hukumnya zina.</p>
<p>Pihak-pihak yang bermain-main dengan masalah ini, meski seorang yang dipandang sebagai ustadz, kiyai, tokoh agama dan sebagainya, tetap akan terkena dosa besar, yaitu menghalalkan zina. Padahal zina itu haram hukumnya, dosa besar dan diancam azab yang sangat pedih di neraka. Kalau sampai orang-orang itu memboehkan ada wanita menikah tanpa wali ayah kandungnya, maka bersiaplah disiksa di neraka, lantaran menghalalkan apa yang telah Allah haramkan. Naudzu billahi min zalik.</p>
<p>Kedudukan ayah kandung sebagai wali sangat mutlak, tidak tergantikan oleh siapa pun juga, termasuk oleh hakim. Kecuali dengan kondisi berikut:<br />
Ayah kandung secara sah mewakilkannya kepada orang lain. Dalam hal ini, siapa pun bisa menjadi wali asalkan memenuhi syarat sebagai wali.<br />
Ayah kandung gugur jadi wali, misalnya lantaran kafir atau hilang akal atau meninggal. Dalam kondisi ini, maka wali yang berada pada urutan berikutnya menggantikan posisinya.</p>
<p>Sedangkan hakim hanya boleh jadi wali manakala seorang wanita tidak punya satu pun orang yang memenuhi syarat menjadi walinya. Dan hakim ini bukan ditemukan di pinggir jalan, tetapi kedudukannya adalah representasi dari pemerintah yang sah. Tanpa ada kewenangan dari pemimpin negara, tidak seorang pun berhak menjadi hakim dalam sebuah pernikahan.</p>
<p>Seseorang yang mengangkat dirinya begitu saja menjadi hakim lalu menikahkan pasangan suami isteri, akan ikut disiksa di neraka, karena dia telah menghalalkan zina.</p>
<p>Dan pasangan-pasangan yang menikah dengan cara demikian, hanya punya satu dari dua kemungkinan.</p>
<p>Pertama, suami harus segera menemui ayah kandung isteri untuk minta dinikahkan ulang. Dan hal itu hanya butuh 1 menit saja, yang penting ada ada dua saksi. Lau ayah kandung isteri berkata, &#8220;Kamu saya nikahkan dengan anak saya.&#8221; Dan suami menjawab, &#8220;Saya terima.&#8221; Cukup dan nikah itu sah. Kalau ayah kandung tidak mau melakukannya sendiri, minimal beliau mau mengizinkan atau mewakilkannya kepada orang lain.</p>
<p>Kedua, pisah sesegera mungkin tanpa cerai, sebab pernikahan tidak pernah terjadi di dalam hukum Islam. Sehingga pada dasarnya pasangan itu adalah dua makhluk lain jenis dan bukan mahram (ajnabi). Haram untuk berduaan, terlihat sebagian aurat, apalagi sampai melakukan hubungan suami isteri. Keduanya harus dipisahkan sesegera mungkin, karena pada hakikatnya zina.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishshawab, wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Ahmad Sarwat, Lc.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nikahituenak.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nikahituenak.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nikahituenak.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nikahituenak.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nikahituenak.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nikahituenak.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nikahituenak.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nikahituenak.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nikahituenak.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nikahituenak.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nikahituenak.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nikahituenak.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikahituenak.wordpress.com&blog=1374989&post=36&subd=nikahituenak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/menempuh-90-km-biar-bisa-nikah-tanpa-wali-ayah-kandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/962e8083b2e629766b3e6d4e30ad27a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islamarket.net</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Di Mana dan Kepada Siapa Kami Bisa Melaksanakan Nikah Siri?</title>
		<link>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/di-mana-dan-kepada-siapa-kami-bisa-melaksanakan-nikah-siri/</link>
		<comments>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/di-mana-dan-kepada-siapa-kami-bisa-melaksanakan-nikah-siri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 12:51:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamarket.net -Toko Islam Online-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya-Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[Nikah]]></category>
		<category><![CDATA[Nikah Siri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/di-mana-dan-kepada-siapa-kami-bisa-melaksanakan-nikah-siri/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum Wr. Wb.
Ustadz yang dimuliakan oleh Allah SWT,
Kami adalah hamba Allah (laki-laki dan perempuan) yang saling mencintai. Layaknya orangn yang berpacaran pasti mempunyai tujuan ingin bersatu dalam ikatan perkawinan. Namun yang jadi permasalahan adalah keluarga atau orang tua dari pihak perempuan tidak merestui niat hubungan kami dikarenakan status pihak laki-laki sudah beristri.
Dari permasalahan di atas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikahituenak.wordpress.com&blog=1374989&post=37&subd=nikahituenak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Assalamu&#8217;alaikum Wr. Wb.</p>
<p>Ustadz yang dimuliakan oleh Allah SWT,</p>
<p>Kami adalah hamba Allah (laki-laki dan perempuan) yang saling mencintai. Layaknya orangn yang berpacaran pasti mempunyai tujuan ingin bersatu dalam ikatan perkawinan. Namun yang jadi permasalahan adalah keluarga atau orang tua dari pihak perempuan tidak merestui niat hubungan kami dikarenakan status pihak laki-laki sudah beristri.</p>
<p>Dari permasalahan di atas kami mempunyai niat ingin melaksanakan &#8220;Nikah Siri&#8221; (sah menurut agama). <span id="more-37"></span>Semua ini kami lakukan dengan tujuan agar hubungan kamihalal dan terhindar dari perbuatan zina.</p>
<p>Ustadz yang dimuliakan oleh Allah SWT,</p>
<p>Mohon kiranya ustadz memberi jalan keluar bagi permasalahan kami ini:</p>
<p>1. Bagaimana kami bisa nikah siri secara sah sedangkan dari pihak perempuan tidak memberi restu?</p>
<p>2. Di mana dan kepada siapa kami harus melaksanakan nikah siri?</p>
<p>Kiranya cukup sekian pertanyaan dari kami, mohon diberi penjelasan segera.</p>
<p>Sekian dan terima kasih.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum Wr. Wb.</p>
<p>SK<br />
Jawaban</p>
<p>Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Syariat Islam telah menetapkan bahwa yang namanya akad nikah itu bukan janji antara sepasang kekasih. Namun akad nikah adalah sebuah transaksi atau kesepakatan antara dua orang laki-laki.</p>
<p>Transaksi antara dua orang laki-laki?</p>
<p>Ya, benar, transaksi atau kesepakatan antara dua orang laki-laki. Yaitu antara calon suami dengan mertuanya, lebih tepatnya dengan ayah kandung calon isterinya. Itulah hakikat pernikahan dalam pandangan syariat Islam.</p>
<p>Syariat Islam tidak mengenal akad perjanjian ikatan pernikahan antara calon suami dengan calon isterinya. Perjanjian atau ikatan seperti ini tidak dikenal dan juga tidak sah. Sebab proses akad nikah adalah penghalalan atas diri seorang wanita. Maka yang menghalalkan bukan diri seorang wanita, melainkan ayah kandungnya.</p>
<p>Hanya ayah kandung saja yang bisa menikahkan puterinya. Haknya mutlak 100% dan tidak bisa diambil alih oleh siapapun, bahkan termasuk kakek dan semua saudaranya. Sehingga para ulama menyebut status seorang ayah kandung atas hak perwalian anak gadisnya adalah wali mujbir.</p>
<p>Maka siapaun termasuk penguasa tertinggi negara sekali pun tidak punya hak untuk mengambil posisi sebagai wali atas anak gadis siapapun. Kalau sampai terjadi dan dilakukan, maka hukumnya bukan akad nikah, melainkan zina yang nyata.</p>
<p>Demikianlah agama ini turun dari langit, mengatur aturan main dalam masalah pernikahan yang dihalalkan. Semua manusia termasuk para nabi harus tunduk, patuh, taat dan setia pada aturan samawi ini.</p>
<p>Pengecualian</p>
<p>Berangkat dari kekuasaan yang mutlak dari seorang ayah kandung atas perwalian anaknya, maka hukum syariah memberikan juga hak sepenuhnya kepada ayah kandung untuk memberi kuasa kepada orang lain untuk bertindak atas izin dan atas nama dirinya, sebagai wali bagi anak kandungnya.</p>
<p>Implementasinya sudah sering kita lihat dalam beberapa ritual akad nikah di sekeliling kita. Misalnya, seorang ayah kandung meminta kesediaan petugas pencatat akte nikah untuk melaksanakan prosesi ijab kabul. Ini dibenarkan dan dibolehkan, asalkan dengan satu syarat mutlak, yaitu adanya pelimpahan wewenang dari ayah kandung kepada orang lain yang memenuhi syarat dan kriteria sebagai wali.</p>
<p>Syarat Orang yang Mendapat Pelimpahan Sebagai Wali</p>
<p>Ada syarat esensial dan ada 6 syarat kelayakan. Satu syarat yang paling fundamental dan esensial sekali adalah adanya pelimpahan wewenang secara sah dan resmi dari ayah kandung pihak pengantin wanita. Syarat ini mutlak dan tidak ada tawar menawar. Tanpa adanya izin, pelimpahan wewenang atau pemberian mandat dari ayah kandung, tidak ada pernikahan, tidak ada akad nikah, tidak ada ijab kabul dan tidak ada transaksi apapun.</p>
<p>Sedangkan syarat kelayakan adalah enam kriteria dasar agar seseorang layak menjadi wali, setelah mendapatkan pelimpahan wewenang dari ayah kandung.<br />
Beragama Islam.<br />
Berstatus merdeka, bukan budak.<br />
Berjenis kelamin laki-laki.<br />
Berakal sehat.<br />
Sudah baligh.<br />
Bersifat &#8216;adil dalam menjalankan agama.</p>
<p>Tidak disyaratkan adanya hubungan famili dalam kriteria orang yang mendapatkan wewenang. Juga tidak harus yang lebih muda atau yang lebih tua.</p>
<p>Maka bisa kita simpulkan bahwa mau nikah sirri atau jahri atau apapun namanya, yang tidak boleh ditinggalkan adalah posisi ayah kandung pihak isteri, baik secara langsung dia menikahkan atau memberikan limpahan wewenang kepada orang lain secara sah dan resmi untuk bertindak secara sah atas nama ayah kandung.</p>
<p>Dalil atas semua keterangan di atas adalah hadits nabawi berikut ini:</p>
<p>وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ أَيُّمَا اِمْرَأَةٍ نَكَحَتْ بِغَيْرِ إِذْنِ وَلِيِّهَا, فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ أَخْرَجَهُ اَلْأَرْبَعَةُ إِلَّا النَّسَائِيَّ, وَصَحَّحَهُ أَبُو عَوَانَةَ, وَابْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ</p>
<p>Dari Aisyah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Siapapun wanita yang menikah tanpa izin walinya, maka nikahnya batil.&#8221; (HR Arba&#8217;ah kecuali An-Nasai)</p>
<p>- وَعَنْ أَبِي بُرْدَةَ بْنِ أَبِي مُوسَى, عَنْ أَبِيهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ لَا نِكَاحَ إِلَّا بِوَلِي رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالْأَرْبَعَةُ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ اَلْمَدِينِيِّ, وَاَلتِّرْمِذِيُّ, وَابْنُ حِبَّانَ, وَأُعِلَّ بِالْإِرْسَالِ</p>
<p>Dari Abi Burdah bin Abi Musa dari ayahnya berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Tidak sah sebuah pernikahan kecuali dengan wali.&#8221; (HR Ahmad dan imam empat)</p>
<p>وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ { لَا تُزَوِّجُ اَلْمَرْأَةُ اَلْمَرْأَةَ, وَلَا تُزَوِّجُ اَلْمَرْأَةُ نَفْسَهَا } رَوَاهُ اِبْنُ مَاجَهْ, وَاَلدَّارَقُطْنِيُّ, وَرِجَالُهُ ثِقَاتٌ</p>
<p>Dari Abi Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Janganlah seorang wanita menikahkan wanita lainnya. Dan janganlah seorang wanita menikahkan dirinya sendiri.&#8221; (HR Ibnu Majah dan Ad-Daruquthny)</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishshawab, wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Ahmad Sarwat, Lc.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nikahituenak.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nikahituenak.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nikahituenak.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nikahituenak.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nikahituenak.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nikahituenak.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nikahituenak.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nikahituenak.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nikahituenak.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nikahituenak.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nikahituenak.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nikahituenak.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikahituenak.wordpress.com&blog=1374989&post=37&subd=nikahituenak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/di-mana-dan-kepada-siapa-kami-bisa-melaksanakan-nikah-siri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/962e8083b2e629766b3e6d4e30ad27a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islamarket.net</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wali Nikah Kafir</title>
		<link>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/wali-nikah-kafir/</link>
		<comments>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/wali-nikah-kafir/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 12:49:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamarket.net -Toko Islam Online-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya-Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[Nikah]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Nikah Kafir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/wali-nikah-kafir/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum wr. wb.
Ustaz, saya langsung pada inti saja ya&#8230;
Ayah dan ibu saya sudah berpisah rumah semenjak saya lahir, tetapi setahu saya secara hukum negara belum bercerai. Kami sudah benar-benar kehilangan kontak (lahir dan batin) dan akhirnya pada tahun 2001 saya pernah bertemu dengan beliau. Bisa dibayangkan bahwa ibu saya yang menafkahi keluarga kami selama ini.
Setahu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikahituenak.wordpress.com&blog=1374989&post=38&subd=nikahituenak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Assalamualaikum wr. wb.</p>
<p>Ustaz, saya langsung pada inti saja ya&#8230;</p>
<p>Ayah dan ibu saya sudah berpisah rumah semenjak saya lahir, tetapi setahu saya secara hukum negara belum bercerai. Kami sudah benar-benar kehilangan kontak (lahir dan batin) dan akhirnya pada tahun 2001 saya pernah bertemu dengan beliau. Bisa dibayangkan bahwa ibu saya yang menafkahi keluarga kami selama ini.<span id="more-38"></span></p>
<p>Setahu saya, ayah saya kemudian berpindah agama (non Islam). Beliau tidak mempunyai kakak/adik laki-laki (sudah meninggal). Sedangkan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi saya berencana untuk menikah. Bagaimana dengan wali nikah saya? Ibu saya mempunyai 1 adik laki-laki. Tetapi yang selama ini menjadi figur ayah bagi saya sejak kecil adalah adik ipar ibu saya.</p>
<p>Pertanyaan saya adalah:</p>
<p>1. Siapa yang paling sesuai untuk menjadi wali nikah saya?</p>
<p>2. Perlukah saya meminta izin dari ayah saya secara formal? (misalnya dengan membawa surat menyerahkan hak wali nikah?) Ibu saya sudah mengirim sms kepada ayah saya dan belum dibalas.</p>
<p>Sri M.<br />
Jawaban</p>
<p>Assalamu a&#8217;alikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>1. Siapa yang Jadi Wali?</p>
<p>Dalam syariah Islam, wali seorang wanita itu tidak ditentukan oleh kedekatan seseorang secara psikologis. Juga tidak ada kaitannya dengan figur yang disukai atau bukan. Akan tetapi berdasarkan alur nasab (garis keturunan).</p>
<p>Dan secara ketentuan bakunya, wali itu hanya ada dari pihak ayah dan tidak pernah dari pihak ibu. Kalau bukan ayah secara langsung yang menjadi wali, maka urutan berikutnya adalah ayahnya ayah, atau kakek. Bila tidak ada saudaralaki-laki, baik kakak maupun adik. Diutamakan yang hubungannya se-ayah dan se-ibu, baru kemudian yang seayah saja.</p>
<p>Berada pada urutan berikutnya adalah anak laki-laki dari saudara tersebut. Dengan tetap mengutamakan yang seayah seibu, baru kemudian yang seayah saja.</p>
<p>Lalu urutan berikutnya lagi adalah paman, yaitu saudara laki-laki ayah, bukan saudara dari pihak ibu. Dan para urutan terakhir barulah saudara sepupu, dalam hal ini haruslah anak laki-laki dari saudara laki-laki ayah.</p>
<p>Sementara itu saudara, paman, atau sepupu dari pihak ibu tidak termasuk daftar wali yang ditetapkan dalam syariah. Apabila tidak satu pun daftar yang ada di atas yang ada, maka yang jadi wali buat anda adalah hakim.</p>
<p>Namun semua orang yang termasuk dalam daftarwali di atas akan gugur hak dan wewenangnya, apabila pada dirinya terdapat satu dari hal-hal berikut:<br />
Bukan muslim<br />
Hilang akal seperti gila dan sejenisnya<br />
Belum cukup umur, maksudnya belum baligh<br />
Bukan orang merdeka, maksudnya budak<br />
Bukan perempuan</p>
<p>2. Penyerahan Hak Perwalian</p>
<p>Syariah Islam membolehkan seorang wali mewakilkan hak dan wewenangnya kepada orang lain, meski orang lain itu bukan termasuk dalam daftar wali. Asalkan pada orang itu tidak terdapat salah satu dari kriteria di atas.</p>
<p>Dan pada dasarnya tidak perlu ada surat menyurat, yang penting ada kepastian adanya penyerahan hal itu.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishshawab, wassalamu a&#8217;alikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Ahmad Sarwat, Lc.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nikahituenak.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nikahituenak.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nikahituenak.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nikahituenak.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nikahituenak.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nikahituenak.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nikahituenak.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nikahituenak.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nikahituenak.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nikahituenak.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nikahituenak.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nikahituenak.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikahituenak.wordpress.com&blog=1374989&post=38&subd=nikahituenak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/wali-nikah-kafir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/962e8083b2e629766b3e6d4e30ad27a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islamarket.net</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wali Nikah Orang Syi&#8217;ah</title>
		<link>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/wali-nikah-orang-syiah/</link>
		<comments>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/wali-nikah-orang-syiah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 12:49:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamarket.net -Toko Islam Online-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya-Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[KUA]]></category>
		<category><![CDATA[Nikah]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Nikah Syi'ah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/wali-nikah-orang-syiah/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Alhamdulillah,
Ustadz pertanyaan ana menyambung pertanyaan Saudara Marzal Rakhmadi tentang wali nikah, yaitu bagaimana kalo wali nikahnya orang syi&#8217;ah, apakah pernikahan tersebut sah atau tidak? Begitu juga dengan pencatatan di KUA nya, apakah pihak KUA mau menerimanya?
Kondisinya, Bapak dari pihak perempuan sudah meninggal dan mempunyai dua orang kakak laki-laki (yang paling tua syi&#8217;ah). Yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikahituenak.wordpress.com&blog=1374989&post=39&subd=nikahituenak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,<br />
Alhamdulillah,<br />
Ustadz pertanyaan ana menyambung pertanyaan Saudara Marzal Rakhmadi tentang wali nikah, yaitu bagaimana kalo wali nikahnya orang syi&#8217;ah, apakah pernikahan tersebut sah atau tidak? Begitu juga dengan pencatatan di KUA nya, apakah pihak KUA mau menerimanya?<span id="more-39"></span><br />
Kondisinya, Bapak dari pihak perempuan sudah meninggal dan mempunyai dua orang kakak laki-laki (yang paling tua syi&#8217;ah). Yang direncanakan untuk menjadi walinya adalah kakak laki-laki yang paling tua tersebut (syi&#8217;ah).<br />
Pertanyaan ini ana tanyakan terkait dengan adanya sebagian orang yang mengatakan bahwa syi&#8217;ah itu bukan termasuk ke dalam Islam.<br />
Bagaimana Ustadz, mohon penjelasannya berhubungbeberapa harilagi pernikahan akan dilaksanakan.<br />
Jazakallah khairul jaza atas kesediaannya.<br />
Wassalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuh.</p>
<p>Abu Hanif<br />
Jawaban</p>
<p>Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Syiah bukanlah nama sebuah agama di luar Islam. Bahwa sebagian kalangan syiah ada yang punya aqidah melenceng dari yang seharusnya, memang benar. Dan bahwa sebagian sekte di dalam aliran ini ada sudah melewati batas iman kufur, juga benar. Akan tetapi tidak semua orang yang disebut syiah boleh disejajarkan dengan non muslim.</p>
<p>Apalagi kita belum melakukan klarifikasi serius atas aqidah syiah yang dianutnya. Maka kita diharamkan menjatuhkan vonis kafir kepada siapa pun yang di-&#8217;syi&#8217;ah&#8217;-kan oleh publik.</p>
<p>Dan yang berhak untuk memvonis kafir seorang muslim adalah sebuah mahkamah syar&#8217;iyah formal, bukan orang per orang, apalagi sekedar sebuah kelompok tertentu yang barangkali memang jadi &#8216;musuh&#8217; bebuyutan kalangan syiah.</p>
<p>Sikap mudah menjatuhkan vonis kafir ini, tidak hanya kepadakelompok syiah, adalah sikap yang bertentangan dengan aqidah ahlusunnah wal jamaah. Sebab menjatuhkan vonis kafir adalah sebuah tindakan hukum yang konsekuensinya sangat besar.</p>
<p>Antara lain seperti yang anda tanyakan sekarang ini, yaitu orang yang dijatuhi vonis kafir akan menjadi tidak sah bila menjadi wali nikah anaknya yang muslim. Juga tidak berhak atas harta warisan dari keluarganya yang muslim. Juga tidak berhak dikuburkan di tempat pemakaman muslim. Bahkan haram hukumnya bagi umat Islam untuk menshalati jenazahnya. Termasuk juga haram mendoakan arwahnya. Dan sekian banyak hukum lainnya yang terkait dengan vonis kafir.</p>
<p>Karena itu, meski ada indikasi seseorang itu menganut ajaran syiah, tetapi kita tidak berhak langsung memvonis kafir. Dan selama tidak ada vonis resmi bahwa seseorang telah kafir dari agamanya, maka statusnya tetap sebagai muslim.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishshawab, wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Ahmad Sarwat, Lc</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nikahituenak.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nikahituenak.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nikahituenak.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nikahituenak.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nikahituenak.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nikahituenak.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nikahituenak.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nikahituenak.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nikahituenak.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nikahituenak.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nikahituenak.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nikahituenak.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikahituenak.wordpress.com&blog=1374989&post=39&subd=nikahituenak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/wali-nikah-orang-syiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/962e8083b2e629766b3e6d4e30ad27a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islamarket.net</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibu Menikah Saat Hamil, Dapatkah Kakak Saya Menjadi Wali?</title>
		<link>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/ibu-menikah-saat-hamil-dapatkah-kakak-saya-menjadi-wali/</link>
		<comments>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/ibu-menikah-saat-hamil-dapatkah-kakak-saya-menjadi-wali/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 12:49:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamarket.net -Toko Islam Online-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya-Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[Nikah]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Nikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/ibu-menikah-saat-hamil-dapatkah-kakak-saya-menjadi-wali/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum Wr. Wb.
Pak Ustadz, saya ingin menanyakan apakah kakak laki-laki saya dapat menjadi wali saya karena bapak saya telah meninggald an dulu orang tua kami menikah dalam keadaan ibu saya sedang hamil 3 bulan? Ada yang pernah bilang bahwa pernikahan dalam keadaan hamil itu tidak sah dan mereka tidak melakukan pernikahan ulang saat anak dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikahituenak.wordpress.com&blog=1374989&post=40&subd=nikahituenak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Assalamu&#8217;alaikum Wr. Wb.</p>
<p>Pak Ustadz, saya ingin menanyakan apakah kakak laki-laki saya dapat menjadi wali saya karena bapak saya telah meninggald an dulu orang tua kami menikah dalam keadaan ibu saya sedang hamil 3 bulan? Ada yang pernah bilang bahwa pernikahan dalam keadaan hamil itu tidak sah dan mereka tidak melakukan pernikahan ulang saat anak dalam kandungan telah keluar, dan anak-anak yang terlahir hanya memiliki bapak secara biologis tetapi secara hukum Islam anak-anaknya itu tidak berhak memakai bin/binti atas nama bapak jadi yang di pakai bin/binti atas nama ibu.<span id="more-40"></span></p>
<p>Saya mohon pencerahannya karena ada yang bilang juga kalau saya harus menikah dengan wali hakim dan memakai binti atas nama ibu. Terus-terang saya belum pernah menyaksikan pernikahan yang memakai bin/binti atas nama ibu, dan pasti orang yang menyaksikan pernikahanakan merasa aneh dengan binti atas nama ibu.</p>
<p>Dan saya juga bingung masalah perwalian saya, kakak laki-laki saya itu anak kedua jadi bukan anak yang dikandung orangtua saya saat mereka menikah.</p>
<p>Sekian dan terima kasih.</p>
<p>Wassalamualaikum wr. wb.</p>
<p>Dsa<br />
dsa at eramuslim.com<br />
Jawaban</p>
<p>Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Sebelum kami menjawab pada inti pertanyaan, perkenankan kami menyampaikan terlebih dahulu daftar wali nikah yang sah dalam Islam. Daftar ini bersifat berurutan, posisi wali yang paling atas tidak bisa diambil alih begitu saja oleh wali yang berada di bawahnya.</p>
<p>Dan yang namannya wali itu hanya berasal dari pihak ayah dan keluarganya. Bukan dari pihak ibu dan keluarganya. Maka paman atau kakek yang menjadi wali hanyalah paman atau kakek dari pihak ayah. Demikian juga dengan kakak.</p>
<p>Mereka adalah:<br />
Ayah kandung<br />
Kakek, atau ayah dari ayah<br />
Saudara (kakak/ adik laki-laki) se-ayah dan se-ibu<br />
Saudara (kakak/ adik laki-laki) se-ayah saja<br />
Anak laki-laki dari saudara yang se-ayah dan se-ibu<br />
Anak laki-laki dari saudara yang se-ayah saja<br />
Saudara laki-laki ayah (paman)<br />
Anak laki-laki dari saudara laki-laki ayah (sepupu)</p>
<p>Maka seandainya kakak anda itu adalah kakak yang berasal dari satu ayah yang sama dengan ayah anda, dia adalah wali anda. Tetapi kalau ayahnya kakak anda itu bukan ayah anda, maka dia bukan wali anda.</p>
<p>Hukum Anak Zina</p>
<p>Seorang wanita hamil di luar nikah, dapat dikawinkan dengan pria yang menghamilinya. Perkawinan dengan wanita hamil dapat dilangsungkan tanpa menunggu lebih duhulu kelahiran anaknya. Dengan dilangsungkannya perkawinan pada saat wanita hamil, tidak diperlukan perkawinan ulang setelah anak yang dikandung lahir. Dan secara nasab, meski janin sudah terbentuk sebelum pernikahan, begitu kedua orang tuanya meresmikan akad nikah mereka, maka secara otomatis nasabnya tersambung kembali.</p>
<p>Wallahu &#8216;alam bishshawab, wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Ahmad Sarwat, Lc.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nikahituenak.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nikahituenak.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nikahituenak.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nikahituenak.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nikahituenak.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nikahituenak.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nikahituenak.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nikahituenak.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nikahituenak.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nikahituenak.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nikahituenak.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nikahituenak.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikahituenak.wordpress.com&blog=1374989&post=40&subd=nikahituenak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/ibu-menikah-saat-hamil-dapatkah-kakak-saya-menjadi-wali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/962e8083b2e629766b3e6d4e30ad27a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islamarket.net</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menikah tanpa Restu dari Orang Tua Pihak Puteri</title>
		<link>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/menikah-tanpa-restu-dari-orang-tua-pihak-puteri/</link>
		<comments>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/menikah-tanpa-restu-dari-orang-tua-pihak-puteri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 12:48:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamarket.net -Toko Islam Online-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya-Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[Nikah]]></category>
		<category><![CDATA[Putri]]></category>
		<category><![CDATA[Tanpa Restu Ortu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/menikah-tanpa-restu-dari-orang-tua-pihak-puteri/</guid>
		<description><![CDATA[Saya gadis usia 17 tahun, dan pacar saya usia 26 tahun. Kami sudah pacaran selama 4 tahun dan sembunyi-sembunyi karena orang tua saya sama sekali tidak merestui hubungan kami. Tahun ini kami ingin menikah. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana saya bisa menikah secara sah agama dan hukum padahal orang tua saya tidak merestui hubungan kami?
Mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikahituenak.wordpress.com&blog=1374989&post=41&subd=nikahituenak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saya gadis usia 17 tahun, dan pacar saya usia 26 tahun. Kami sudah pacaran selama 4 tahun dan sembunyi-sembunyi karena orang tua saya sama sekali tidak merestui hubungan kami. Tahun ini kami ingin menikah. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana saya bisa menikah secara sah agama dan hukum padahal orang tua saya tidak merestui hubungan kami?<span id="more-41"></span></p>
<p>Mereka sama sekali tidak mau diajak kompromi. Apakah saya bisa memakai wali dari orang lain yang masih ada hubungan keluarga atau hubungan dekat, jika bisa bagaimana? Jika tidak, apa yang harus saya lakukan agar saya bisa menikah secara sah dan agama? Atau lebih baik saya menikah siri saja? Tolong dibalas secepatnya. Saya dan pacar saya sangat saling serius dan mencintai. Terima kasih.</p>
<p>Diah<br />
Jawaban</p>
<p>Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Nikah tanpa wali dari ayah kandung dengan apapaun istilahnya tidak sah. Karena ayah kandung adalah wali urutan pertama yang tak bisa digantikan oleh siapapun, kecuali beliau sendiri yang menjadi wali. Atau beliau menyerahkan perwalian itu kepada orang lain.</p>
<p>Sedangkan menikah dengan wali selain ayah kandung dalam keadaan beliau tidak mengizinkan, sama saja dengan zina. Dosanya sangat besar di akhirat, sementara hukuman di dunia adalah cambuk 100 kali bila belum pernah nikah sebelumnya atau hukum rajam (dilempari baru) hingga mati bila sudah pernah menikah.</p>
<p>Termasuk dalam dosa besar dan hukuman duniawi adalah bila melakukan nikah sirri, di mana prinsip dasarnya sama saja, yaitu ayah kandung tidak mengizinkan pernikahan itu.</p>
<p>Lalu harus bagaimana?</p>
<p>Hanya ada 2 pilihan yang ada. Pertama, upayakan dengan segala cara yang baik untuk dibolehkan menikah, meski harus ganti calon suami. Yang penting bisa nikah dan tidak terjadi zina. Toh setiap manusia ada batasnya. Lagi pula ngapain membela calon suami tapi kehilangan ridha dari ayah kandung?</p>
<p>Kedua, anda bisa saja datang melaporkan kelakuan ayah kandung yang tidak mau menikahkan anda kepada penguasa. Nanti penguasa (pemerintah) akan memanggil ayah kandung anda itu untuk dikonfirmasi dan dinilai masalahnya. Hasilnya boleh jadi dipandang bahwa argumentasi ayah kandung anda tidak kuat, sehingga pemerintah berhak &#8216;memaksa&#8217; si ayah untuk menikahkan anda sebagai anak gadisnya. Dengan pertimbangan dari pada jatuh ke dalam zina.</p>
<p>Tetapi bisa jadi sebaliknya, argumentasi si ayah dipandang sangat kuat oleh mereka. Sehingga pengaduan anda tidak bisa diteruskan menjadi perintah khusus.</p>
<p>Dalam keadaan ini, akal sehat dan nalar anda perlu lebih diprioritaskan, sedangkan perasaan cinta, sayang dan lainnya kepada calon suami masih bisa dikorbankan. Bukankah anda baru mengenalnya selama 4 tahun? Sementara anda tidak mungkin ada di dunia ini kalau tidak ada ayah kandung anda.</p>
<p>Logikanya, nilai dan bobot ayah kandung anda harus lebih menjadi prioritas ketimbang membela calon suami yang belum teruji. Tapi semua itu terserah anda. Yang penting pesan kami, jangan sampai anda jatuh ke jurang zina dan jangan jadi anak yang durhaka pada orang tua.</p>
<p>Keduanya adalah dosa yang teramat besar, tidak sebanding dengan apa yang akan anda dapat dari calon suami anda, yang baru anda kenal 4 tahun yang lalu.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishshawab, wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Ahmad Sarwat, Lc.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nikahituenak.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nikahituenak.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nikahituenak.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nikahituenak.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nikahituenak.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nikahituenak.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nikahituenak.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nikahituenak.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nikahituenak.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nikahituenak.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nikahituenak.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nikahituenak.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikahituenak.wordpress.com&blog=1374989&post=41&subd=nikahituenak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/menikah-tanpa-restu-dari-orang-tua-pihak-puteri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/962e8083b2e629766b3e6d4e30ad27a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islamarket.net</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nikah Tanpa Wali dan Saksi, Bagaimana Caranya Pisah?</title>
		<link>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/nikah-tanpa-wali-dan-saksi-bagaimana-caranya-pisah/</link>
		<comments>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/nikah-tanpa-wali-dan-saksi-bagaimana-caranya-pisah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 12:48:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamarket.net -Toko Islam Online-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya-Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[Nikah]]></category>
		<category><![CDATA[Saksi]]></category>
		<category><![CDATA[Tanpa Wali]]></category>
		<category><![CDATA[Wali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/nikah-tanpa-wali-dan-saksi-bagaimana-caranya-pisah/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum wr. wb.
Ust, yang saya hormati.
Saya adalah seorang janda telah menikah dengan seorang duda. Pernikahan kami ini tidak ada wali dan saksi (hanya kami berdua). Suami saya yang mengucapkan ijab kabul sendiri ke saya. Kami tidak layaknya seperti pasangan suami-isteri lainnya. Kami hidup berpisah, suami di kontrakan dan saya bersama dengan orang tua saya. Pertemuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikahituenak.wordpress.com&blog=1374989&post=42&subd=nikahituenak&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Assalamu&#8217;alaikum wr. wb.</p>
<p>Ust, yang saya hormati.<br />
Saya adalah seorang janda telah menikah dengan seorang duda. Pernikahan kami ini tidak ada wali dan saksi (hanya kami berdua). Suami saya yang mengucapkan ijab kabul sendiri ke saya. Kami tidak layaknya seperti pasangan suami-isteri lainnya. Kami hidup berpisah, suami di kontrakan dan saya bersama dengan orang tua saya. Pertemuan kami hanya seminggu sekali. Sekarang ini saya sedang ada masalah, masalahnya diam-diam suami saya itu menikah lagi dengan sahabatnya.<span id="more-42"></span></p>
<p>Dia menikah lagi karena katanya saya selalu minta putus dengan dia (saya selalu mengucapkan gugat cerai). Saya melakukan itu karena saya merasa suami saya ternyata seorang play boy, pembohong, suami mengambil kembali mahar yang telah dia berikan kepada saya dan dia memberikannya kepada wanita yang dinikahinya sekarang. Yang ingin saya tanyakan:</p>
<p>1. Apakah yang harus saya lakukan, Ustaz? Apakah saya harus meminta surat pernyataan cerai dari suami saya?</p>
<p>2. Apakah saya tetap harus menunggu masa iddah?</p>
<p>3. Apakah hubungan yang saya lakukan itu zina? karena Setahu saya suami sudah menebus dengan mahar akan tetapi mahar tersebut diambilnya kembali.</p>
<p>Saya mohon ustaz menjawabnya, karena hati saya sangat gamang dan selalu dihantui rasa dosa yang sangat besar.</p>
<p>Sisca Fahira<br />
sisca_fahira at eramuslim.com<br />
Jawaban</p>
<p>Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Karena &#8216;akad nikah&#8217; yang anda berdua lakukan tidak menghadirkan wali dan saksinya, maka hukumnya tidak sah atau batil. Artinya, tidak pernah terjadi pernikahan apa pun anda anda berdua.</p>
<p>Sabda Rasulullah SAW telah menegaskan hal itu:</p>
<p>Dari Aisyah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Siapapun wanita yang menikah tanpa izin walinya maka nikahnya itu batil. Jika (si laki-laki itu) menggaulinya maka harus membayar mahar buat kehormatan yang telah dihalalkannya. Dan bila mereka bertengkar, maka Sulthan adalah wali bagi mereka yang tidak punya wali.&#8221; (HR Ahmad, Abu Daud, Tirmizi dan Ibnu Majah.)</p>
<p>Dari Abi Buraidah bin Abi Musa dari Ayahnya berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, &#8220;Tidak ada nikah kecuali dengan wali.&#8221; (HR Ahmad dan Empat)</p>
<p>Dari Al-Hasan dari Imran marfu&#8217;an, &#8220;Tidak ada nikah kecuali dengan wali dan dua saksi.&#8221; (HR Ahmad).</p>
<p>Tidak Ada Talak dan Masa Iddah</p>
<p>Oleh karena tidak pernah terjadi hubungan pernikahan baik secara syariah atau pun secara hukum negara, maka untuk berpisah pun tidak membutuhkan perceraian. Sebab anda belum pernah menjadi isterinya dan dia juga tidak pernah menjadi suami anda. Meski dia pernah memberikan &#8216;mahar&#8217; kepada anda.</p>
<p>Konsekuensi lainnya, karena tidak ada talak, maka tida ada masa iddah buat anda. Sebab masa iddah itu hanya berlaku bila sebelumnya ada hubungan pernikahan lau terjadi perpisahan, baik karena cerai atau karena ditinggal wafat.</p>
<p>Kami tidak ingin berburuk sangka untuk mengatakan bahwa hubungan anda berdua sudah sampai melakukan hubungan seksual. Tetapi kalau pun itu benar, maka yang anda lakukan 100% adalah zina. Untuk itu bertobatlah dengan taubat yang benar. Berhentilah sekarang juga dari melakukannya, lalu mintalah ampunan dari Allah SWT, sesali semuanya, bersumpahlah untuk tidak akan pernah mengulanginya lagi.</p>
<p>Lepas dari masalah zina kalau memang benar ada,maka zina sama sekali tidak pernah mengikatkan pasangan menjadi semacam suami isteri atau sejenisnya. Orang yang habis berzina sama sekali tidak punya hubungan apa pun.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishshawab, wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Ahmad Sarwat, Lc.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nikahituenak.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nikahituenak.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nikahituenak.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nikahituenak.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nikahituenak.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nikahituenak.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nikahituenak.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nikahituenak.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nikahituenak.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nikahituenak.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nikahituenak.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nikahituenak.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nikahituenak.wordpress.com&blog=1374989&post=42&subd=nikahituenak&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nikahituenak.wordpress.com/2007/12/05/nikah-tanpa-wali-dan-saksi-bagaimana-caranya-pisah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/962e8083b2e629766b3e6d4e30ad27a0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islamarket.net</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>