Beranda > Tanya-Jawab > Adakah Nikah Jarak Jauh?

Adakah Nikah Jarak Jauh?

Assalamu’alaikum wr. wb.

Adakah dalam aturan Islam nikah jarak jauh? Dalam artian mempelai pria terpisahkan jarak dengan wali mempelai perempuan. Jadi proses ijab qabul dilakukan melalui alat komunikasi, misalnya telepon atau teleconference. Mohon penjelasan juga mengenai syarat dan rukun nikah. Jazakumullohu khoir.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Indra Dwi Ristanto
indraristanto at eramuslim.com
Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Nikah jarak jauh yang anda impikan itu mungkin saja terjadi, malahan sudah terjadi, bahkan seringkali terjadi. Di mana mempelai laki-laki dan wali pihak perempuan dipisahkan jarak yang sangat jauh, sementara akad nikah tetap bisa berlangsung dengan sah sesuai dengan syariat Islam dan juga hukum positif negara.

Benarkah?

Ya, benar sekali. Bahkan tidak membutuhkan alat-alat komunukasi canggih paling modern seperti yang kita kenal di masa sekarang ini. Semua tetap bisa dilakukan di zaman yang belum ada listrik, telepon dan mesin kendaraan. Syariat Islam telah memberi sebuah ruang yang memungkinkan semua itu terjadi, bahkan di masa yang paling primitif sekalipun.

Bagaimana caranya?

Caranya dengan taukil…

Taukil adalah perwakilan wali. Di mana seorang ayah dari wanita memberikan wewenang kepada seorang laki-laki lain, tidak harus familinya, yang penting muslim dan dipercaya oleh si ayah, untuk melaksanakan akad nikah puterinya dengan calon suaminya.

Yang penting, si wakil wali ini bisa menghadiri acara akad nikah, karena ladafz ijab akan diucapkannya di depan calon mempelai laki-laki.

Yang lebih menarik lagi, ternyata yang boleh mewakilkan posisinya kepada orang lain bukan hanya ayah kandung pihak wanita, tetapi mempelai laki-laki pun masih dibenarkan untuk memberikan perwakilan dirinya kepada orang lain lagi. Sehingga sebuah ijab qibul bisa tetap bisa dilakukan tanpa kehadiran wali dan mempelai laki-laki. Cukup wakil sah dari masing-masing pihak saja yang melakukan akad nikah. Bahkan pihak pengantin wanita pun juga tidak perlu wajib hadir dalam akad itu.

Bukankah ini menarik? Dan sama sekali tidak butuh alat-alat canggih, bukan?

Yang penting, proses pemberian wewenang sebagai pihak yang mewakili ayah kandung sah dan dibenarkan secara yakin anpa diperlukan harus ada saksi. Demikian juga dengan proses pemberian hak sebagai wakil pihak mempelai laki-laki, juga harus benar dan sah, meski tanpa saksi. Dan pemberian wewenang untuk mewakili ini pun tidak mengharuskan keduanya duduk dalam satu majelis. Jadi bisa lewat telepon, email, faks, SMS bahkan chatting.

Akad nikah atau ijab qabul yang dilakukan oleh masing-masing wakil dari kedua belah pihak adalah sebuah bentuk keluwesan sekaligus keluasan syariah Islam. Namun kalau tiba-tiba ada orang mengangkat diri menjadi wakil tanpa ada pemberian wewenang dari yang punya hak yaitu wali atau mempelai laki-laki secara sah, maka orang ini sama sekali tidak berhak melakukan akad nikah. Kalau pun nekat juga, maka nikah itu tidak sah di mata Allah SWT.

Wallahu a’lam bishshawab wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

  1. Ani
    Februari 7, 2009 pukul 6:48 pm

    Assalamualaikum wr.wb

    Ada 2 pertanyaan yang ingin saya ajukan, dan kami mohon Bapak dapat memberikan solusi untuk saya.
    1. apa yang harus dilakukan terhadap seorang istri
    yang pergi meninggalkan rumah & anak dalam waktu 6
    hari dia menginap dihotel, tanpa ijin maupun
    sepengetahuan suami yang sedang tugas jauh,
    disamping itu sang istri selama ini bersikap
    sangat tidak hormat terhadap mertua, apakah
    dengan alasan tersebut sudah cukup bagi sang suami
    untuk menjauhkan talak, mengingat peristiwa ini
    sdh berlangsung beberapa kali

    atas bantuannya kami ucapkan terimaksih

    Wassalamualaikum wr.wb

  2. rina
    Februari 7, 2009 pukul 6:53 pm

    Assalamualaikum

    Ustad saya tertarik dengan kajian diatas, karena hal ini sedang terjadi pada diri saya, status saya janda yang sudah tidak mempunyai ayah ataupun saudara kandung laki2, apakah saya dapat menunjuk sendiri wali saya untuk dilangsungkanya akad nikah jarak jauh.

    Terimakasih

    Wassalamualaikum wr.wb.

  3. Maret 27, 2009 pukul 12:59 am

    Ustad, saya tertarik sekali dengan solusi ini. Saya pengin diskusi lebih lanjut soal ini, boleh tahu nomor telp ustad yang bisa saya hubungi?

  4. Tika wahyuni
    Januari 4, 2013 pukul 6:16 pm

    Asalamualaikum wr.wb pak ustadz saya mau tanya. Saya berada di kota Munich jerman dan sudah kenal dengan suami saya 2 tahun. Kami sudah mengusahakan untuk datang langsung ke Indonesia dan menikah. Kebetulan selalu ada halangan. Menikah sayang sekali tak mudah mencari masjid di jerman yang bisa menikahkan kami. Orang tua saya sangat khawatir akan terjadi zina di karenakan posisi saya yang jauh dari orangtua dan minimnya pencerahan islam di negeri ini. Belum lagi mengurusi dokumen untuk menikah beda bangsa yang butuh waktu lama hingga selesai. Akhirnya kami menempuh menikah jarak jauh tersebut dengan perantara SKYPE atau VIEDO CALL. Lalu bulan Agustus tahun ini ketika kami berada di Indonesia akan di ulang lagi agar tak menimbulkan fitnah. Jadi saya dan suami di kota Munich dan orang tua saya, saksi dan penghulu di Indonesia. Sebelum di nikahkan saya pun di tanya apa sudah di urus legalitasnya. Seperti yang sudah saya jelaskan, dokumen untuk nikah beda negara butuh waktu lama. Sebelum di ijabkan, suami saya di islamkan terlebih dahulu. Mengenai suami saya yang tidak bisa berbahasa Indonesia.Karena saksi orang2 Indonesia, maka waktu itu ijab qobul di bacakan dalam bahasa Indonesia. Jadi suami yang berusaha berbahasa Indonesia. Beberapa perkataan penghulu yang berbahasa indonesia harus saya terjemahkan dalam bahasa jerman terlebih dahulu.. Pertanyaan yang masih menggelitik saya, apa itu syah pak ustadz? Karena tulisan di atas menggunakan wali. Bagaimana pendapa bapak dengan apa yang telah terjadi pada kami? saya sangat merasa berterimakasih dan terbantu jika bapak bis amenjawab pertanyaan saya. Atas perhatiannya sayaucapkan terimakasih. Wasalamualaikum wr wb.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: